Melawan Arah Hingga Main Handphone Jadi Prioritas Operasi Zebra Semeru 2025 di Surabaya 

- Publisher

Senin, 17 November 2025 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Ilustrasi-dok/BS)

i

(Foto: Ilustrasi-dok/BS)

Bicarasurabaya.com – Operasi Zebra Semeru kembali digelar di Surabaya. Selama dua pekan ke depan, polisi membidik berbagai pelanggaran lalu lintas untuk menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan kedisiplinan pengendara menjelang akhir tahun.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan operasi berlangsung pada 17–30 November 2025 dan melibatkan personel dari berbagai satuan. “Sebanyak 320 personel kami turunkan,” ujar Luthfie, Senin (17/11/2025).

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya menjelaskan ada sejumlah pelanggaran prioritas yang menjadi sasaran selama operasi berlangsung. Mulai dari pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, hingga sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang.

Tak hanya itu, pengendara tanpa helm SNI, pengemudi mobil tanpa sabuk keselamatan, pelanggar batas kecepatan, hingga pengendara yang melawan arus juga akan mendapat penindakan. Pengemudi yang berkendara di bawah pengaruh alkohol turut masuk daftar pengawasan.

Galih menegaskan penindakan tidak hanya bersifat preventif. Ada porsi penegakan hukum (represif) yang tetap diberlakukan, termasuk tilang elektronik. “Penindakan melalui ETLE menjadi prioritas, sekitar 95 persen. Manual hanya sekitar lima persen,” ujarnya.

Baca Juga:  Kebakaran Gedung Jantung Soetomo, RS Pastikan Pasien Tak Terpapar Asap

Menurutnya, operasi ini menyasar segala bentuk potensi gangguan lalu lintas, baik sebelum, saat, maupun setelah masa operasi. Fokus utama tetap pada upaya mengurangi kemacetan, pelanggaran, dan fatalitas kecelakaan.

Polrestabes Surabaya berharap Operasi Zebra tahun ini tidak hanya menindak pelanggar, tetapi juga menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman. “Kami ingin masyarakat lebih tertib di jalan, dalam kondisi apa pun,” kata Galih.(BS/za)

Berita Terkait

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB