Surabaya Kebut Pembangunan Rumah Pompa dan Drainase

- Publisher

Jumat, 7 November 2025 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com – Musim hujan sudah datang membuat Pemkot Surabaya kalang kabut akibat beberapa proyek saluran drainase dan runah pompa yang belum selesai. Hal ini memaksa kontraktor untuk bekerja lembur.

Kepala DSDABM Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan pihaknya diminta mempercepat seluruh pekerjaan besar yang belum rampung. Salah satu langkahnya adalah meminta kontraktor bekerja lembur, bahkan hingga 24 jam bila memungkinkan.

“Kami akan kumpulkan kontraktor yang progresnya belum selesai. Rata-rata pekerjaan besar seperti rumah pompa dan box culvert,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (7/11/2025).

Menurut Syamsul, proyek skala kecil umumnya sudah mencapai 70 persen. Sementara pekerjaan besar ditargetkan mencapai 90 persen pada akhir November.

Saat ini ada lima lokasi pembangunan rumah pompa yang masih berjalan: Menanggal, Ahmad Yani, Ketintang Madya, Karah, dan Rungkut Menanggal. Selain itu, pengerjaan drainase skala besar di kawasan diversi Gunungsari dan Babat Jerawat juga belum tuntas.

Untuk mempercepat pekerjaan, kontraktor diminta mengerjakan beberapa proyek dari dua arah sekaligus. Pada proyek diversi Gunungsari misalnya, pengerjaan 500 meter saluran dilakukan dari sisi barat dan timur agar lebih cepat bertemu di tengah. Penambahan jam kerja, tenaga, dan suplai material juga diwajibkan.

Baca Juga:  Si Jago Merah Melalap Bangunan Semi Permanen di Margomulyo

Syamsul menambahkan, percepatan ini harus diikuti dengan pengawasan ketat dari konsultan proyek. Setiap pekan akan ada evaluasi progres agar target selesai pertengahan Desember dapat tercapai.

Upaya percepatan ini, kata Syamsul, mendesak dilakukan karena Surabaya mulai diguyur hujan deras sejak awal November. “Biasanya hujan rintik dulu, tapi kemarin langsung deras dari siang sampai malam,” ujarnya.

Peringatan dini BMKG mengenai potensi cuaca ekstrem pada November 2025 hingga Januari 2026 menjadi dasar Pemkot untuk bergerak cepat. Selain membangun infrastruktur, DSDABM juga menyiagakan personel satgas di lapangan sebagai langkah mitigasi.

Baca Juga:  Longsor Tutup Jalur Trenggalek–Ponorogo, Emil Pastikan Penanganan Dipercepat

Wali Kota Eri Cahyadi sempat menginstruksikan agar proyek khususnya yang terkait dengan drainase yang belum selesai dikerjakan agar dikebut.

“Saya akan minta ke kontraktor agar mempercepat pembangunan. Nek perlu lembur, dikerjakan 24 jam biar cepat selesai, ” ujar Eri beberapa waktu lalu. (BS/za) 

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB