Eri Cahyadi Tegur Warga Setelah Pompa Air Jebol Gara-Gara Sampah Rumah Tangga

- Publisher

Jumat, 31 Oktober 2025 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas DPKP Surabaya melakukan penyedotan genangan air di kawasan yang mengalami genangan. (Foto: CC112-Ist/BS)

i

Petugas DPKP Surabaya melakukan penyedotan genangan air di kawasan yang mengalami genangan. (Foto: CC112-Ist/BS)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya menemukan penyebab jebolnya dua pompa air di kawasan Kalisari, yang memicu genangan di Karang Menjangan dan Dharmahusada, Rabu (29/10/2025) sore.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, insiden itu terjadi akibat sampah perabotan rumah tangga berupa kursi yang tersangkut di saluran air rumah pompa.

“Pompa di Kalisari jebol karena ketabrak kursi. Padahal air dari rumah pompa Dharmahusada mengalir ke sana,” ujar Eri, Jumat (31/10/2025).

Meski genangan pascahujan deras kemarin cepat surut, Eri menilai kejadian tersebut menjadi peringatan penting agar warga lebih disiplin menjaga kebersihan sungai.
“Harganya mahal, jadi jangan sampai rumah pompa rusak hanya karena sampah,” ujarnya menegaskan.

Eri juga menekankan, jika curah hujan tinggi kembali terjadi, wilayah sepanjang Dharmahusada hingga Kalisari berpotensi kembali tergenang bila saluran tidak bersih dari sampah.

Pemkot Surabaya, kata Eri, terus melanjutkan proyek penanganan banjir di sejumlah titik. Namun, pengerjaan masih dilakukan bertahap karena keterbatasan anggaran.
“Saat ini yang dikerjakan masih di kawasan Karang Menjangan. Tahun depan akan dilanjutkan ke wilayah lain,” jelasnya.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Naik Rp 29.000, Tembus Rp 2,63 Juta

Fokus utama tahun ini ada di Surabaya Selatan, sementara kawasan utara dan timur akan menjadi prioritas pada tahap berikutnya sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Sebelumnya, BPBD Surabaya mencatat sedikitnya delapan titik genangan muncul saat hujan deras pada Rabu sore, namun seluruhnya surut dalam waktu sekitar 30 menit.(BS/za)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB