Bicarasurabaya.com — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur telah mengidentifikasi 58 dari 67 kantong jenazah korban ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo. Proses identifikasi yang telah berlangsung selama 16 hari itu masih menyisakan lima kantong jenazah yang belum teridentifikasi.
Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes dr. M. Khusnan Marzuki mengatakan, tiga korban terbaru yang berhasil diidentifikasi pada Selasa (14/10/2025) masing-masing adalah Ubay Dinhai Azkal Askia (15), M. Muhfi Alfian (16), dan Abdul Halim (16).
Selain itu, satu kantong jenazah yang teridentifikasi ternyata merupakan bagian tubuh dari Nur Ahmad, salah satu korban selamat yang sebelumnya menjalani amputasi saat proses evakuasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Korban Nur Ahmad masih hidup, namun satu bagian tubuhnya tertimpa reruntuhan dan diamputasi. Kami tetap melakukan uji DNA untuk memastikan identitasnya,” kata Khusnan dalam keterangannya, Rabu (15/10/2025).
Dengan perkembangan ini, dari total 67 kantong jenazah yang diterima, lima kantong masih menunggu hasil identifikasi lebih lanjut.
Rangkaian proses identifikasi dilakukan dengan memadukan data primer dan sekunder, seperti rekam medis, catatan gigi, dan uji DNA. Tim DVI juga berkoordinasi dengan keluarga korban untuk mempercepat proses pencocokan data.
Tragedi ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny yang terjadi pada akhir September 2025 itu menewaskan puluhan santri dan melukai sejumlah lainnya. Pemerintah pusat dan daerah sebelumnya telah memastikan bantuan untuk proses pemulihan, termasuk perawatan para korban dan pembangunan kembali fasilitas pesantren.
Berikut sebagian nama korban yang telah teridentifikasi hingga Selasa (14/10/2025):
Maulana Alfan Ibrahimavic (15), Mochammad Mashudulhaq (14), Muhammad Soleh (22), Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas (17), Moch Agus Ubaidillah (14), Firman Nur (16), Mohammad Azka Ibadurrahman (13), Daul Milal (15), Nurudin (13), Ahmad Rijalul Haq (16), dan puluhan nama lainnya dari berbagai daerah di Jawa Timur, Bangka Belitung, Bekasi, hingga Bogor.
Khusnan menegaskan, proses identifikasi akan terus dilakukan hingga seluruh korban terverifikasi.
“Kami berkomitmen menuntaskan identifikasi agar semua keluarga mendapat kepastian dan bisa memakamkan anggota keluarganya dengan layak,” ujarnya.(BS/za)











