Bicarasurabaya.com — Memasuki hari kedelapan operasi pencarian korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan masih ada 13 orang terjebak di bawah reruntuhan. Operasi penyelamatan dipusatkan di lantai dasar bangunan yang diyakini menjadi lokasi korban terperangkap.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayor Jenderal Budi Irawan, menyampaikan perkembangan terbaru tersebut dalam konferensi pers di Posko BNPB pada Senin (6/10/2025).
Menurutnya, hingga hari ketujuh pencarian, tim telah menemukan tujuh jenazah tambahan. “Dengan temuan itu, diperkirakan masih ada 13 korban lagi yang harus kita evakuasi dari lokasi runtuhnya musala di area pondok pesantren,” ujar Budi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
BNPB menegaskan bahwa operasi SAR gabungan kali ini akan dimaksimalkan dengan mengerahkan seluruh sumber daya. Progres pembersihan puing telah mencapai sekitar 80 persen, khususnya di jalur tengah bangunan yang menjadi prioritas pencarian. Area tersebut dianggap paling krusial karena ada indikasi kuat korban masih terjebak di sana.
Budi menekankan, tim berharap evakuasi bisa rampung pada hari ini. “Kami targetkan evakuasi selesai untuk 13 korban yang tersisa. Semua tim bekerja penuh kehati-hatian karena kondisi struktur reruntuhan yang masih rawan,” katanya.
Proses pengangkatan puing tidak bisa dilakukan sembarangan. Beton bangunan musala yang roboh ternyata masih terhubung dengan gedung lama di sisi selatan kompleks pesantren. Gedung itu mengalami kemiringan dan berpotensi runtuh jika penanganan tidak hati-hati.
Untuk mengatasi hal ini, tim SAR melakukan penyanggahan pada struktur gedung lama serta memutus sambungan beton antara gedung tersebut dan musala yang ambruk. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko getaran yang bisa memicu runtuhnya bagian lain bangunan.
“Semoga alat berat yang digunakan berfungsi dengan baik tanpa kendala. Dengan pemotongan sambungan beton dan penyanggahan gedung lama, kami optimistis target evakuasi bisa tercapai,” ujar Budi.
Hingga hari kedelapan, operasi SAR di lokasi Ponpes Al Khoziny melibatkan ratusan personel gabungan dari BNPB, Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan. Setiap langkah evakuasi dilakukan dengan memperhatikan keselamatan tim penyelamat sekaligus mempercepat proses penemuan korban.
Situasi di lapangan masih penuh tantangan. Selain struktur bangunan yang tidak stabil, tim juga menghadapi kendala cuaca dan keterbatasan ruang gerak di area reruntuhan. Meski demikian, BNPB menegaskan semua upaya terus dimaksimalkan agar keluarga korban segera mendapat kepastian.
BNPB berharap, dengan dukungan alat berat, strategi evakuasi, dan kerja sama lintas lembaga, seluruh korban bisa ditemukan secepat mungkin.(BS/za)









