KPAI: Program Makan Bergizi Gratis Harus Dievaluasi, Anak Rentan Jadi Korban

- Publisher

Rabu, 24 September 2025 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Ilustrasi/Ist-BS)

i

(Foto: Ilustrasi/Ist-BS)

Bicarasurabaya.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak pemerintah segera mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah maraknya kasus keracunan massal yang menimpa anak-anak penerima manfaat.

“Kejadian keracunan makanan semakin meningkat, bukan menurun. Bagi KPAI, satu anak keracunan saja sudah darurat. Pemerintah harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG,” ujar Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra dalam keterangannya yang diterima, Rabu (24/9/2025).

Jasra menilai kasus-kasus tersebut sangat disayangkan, terlebih karena daya tahan tubuh anak jauh lebih rentan dibanding orang dewasa. “Anak kecil sulit mendeskripsikan kondisi kesehatannya, apalagi bila berada di keluarga yang kurang peka. Ini membuat mereka makin rentan,” tambahnya.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan sementara pelaksanaan MBG untuk dilakukan evaluasi. Keputusan ini diambil setelah 301 siswa di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, mengalami keracunan massal pada Senin (22/9).

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cipongkor sebenarnya masih baru dan seharusnya dijalankan secara bertahap. Namun, pengelola langsung memasak dalam jumlah besar sehingga memicu kesalahan teknis.

Baca Juga:  KPK Selidiki Dugaan Aliran Dana ke Bupati Nonaktif Tulungagung

“Seharusnya dimulai dari dua atau tiga sekolah terlebih dahulu sampai terbiasa. Tapi kali ini langsung dalam skala besar, itulah yang menimbulkan kendala,” kata Dadan.

BGN menegaskan evaluasi akan difokuskan pada prosedur keamanan pangan, standar distribusi, dan kesiapan tenaga pengelola sebelum program kembali dijalankan.(BS/za)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB