Sedekah Bumi Karangan, Merawat Tradisi di Tengah Kota Surabaya

- Publisher

Sabtu, 13 September 2025 - 07:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com– Warga Dukuh Karangan, Surabaya, kembali menggelar tradisi Sedekah Bumi, sebuah warisan leluhur yang masih setia mereka lestarikan di tengah arus modernisasi kota besar.

Rangkaian kegiatan dimulai Minggu (14/9/2025) dengan karnaval budaya. Setiap RT menampilkan kreativitas warganya dengan tema beragam, mulai dari film, bunga, sejarah, daur ulang, hingga kekayaan nusantara. Karnaval ini tidak sekadar hiburan jalanan, tetapi juga ajang melatih generasi muda dalam seni pertunjukan, koreografi, hingga desain kostum.

Baca Juga:  Surabaya-Kejati Jatim Kerja Sama Telusuri Aset yang Dikuasai Pihak Ketiga

“Tradisi seperti sedekah bumi hampir hilang di banyak kampung kota. Melalui karnaval ini, kami ingin generasi muda tidak hanya menonton, tetapi juga terlibat aktif menjaga budaya,” ujar penggagas acara, pegiat seni sekaligus aktivis 98, Kusnan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain karnaval, rangkaian acara berlangsung hingga 20 September 2025. Pada 18 September digelar pengajian umum, dilanjutkan pagelaran wayang kulit pada 19 September, dan ditutup dengan pertunjukan ludruk bersama seniman kondang Cak Kartolo, Ning Tini, serta Cak Jadi Galajapo pada 20 September.

Baca Juga:  Buronan Korupsi Aset Pemkot Surabaya, Ditangkap Tim Kejaksaan di Blitar

Kusnan menambahkan, kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Surabaya, Polrestabes, hingga DPRD Surabaya. “Alhamdulillah, dukungan dari berbagai pihak membuat warga semakin bersemangat untuk merawat tradisi,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/9/2025).

Bagi warga Dukuh Karangan, Sedekah Bumi bukan sekadar pesta rakyat, melainkan wujud syukur atas berkah kehidupan serta ikhtiar menjaga adat, adab, dan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (BS/Za)

Berita Terkait

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB