Kisah Inspiratif Ibu di Surabaya: Ubah Pola Asuh, Selamatkan Anak dari Speech Delay Berkat SOTH

- Publisher

Jumat, 14 Juni 2024 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Bunda Paud Surabaya Rini Indriyani Eri Cahyadi saat menyapa anak-anak di SOTH/Dok. Diskominfo Surabaya

i

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Bunda Paud Surabaya Rini Indriyani Eri Cahyadi saat menyapa anak-anak di SOTH/Dok. Diskominfo Surabaya

Bicarasurabaya.com – Nur Zakia (39), seorang ibu rumah tangga di Kota Surabaya, membagikan kisah inspiratif dalam membantu balitanya yang mengalami speech delay. Awalnya, balitanya sempat dikira mengidap autis karena keterlambatan berbicara atau speech delay. Namun, setelah mengikuti Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Zakia mendapatkan pengetahuan baru dan membawa putranya ke terapi wicara. Hasilnya, putranya bukan autis, hanya speech delay, dan kini menunjukkan perkembangan yang pesat.

Warga Gembong DKA 2, RT8 RW4, Kelurahan Kapasari, Kecamatan Genteng, Surabaya itu memiliki 3 anak. Anak pertama dan kedua merupakan seorang putri, sedangkan yang ketiga adalah putra. Awalnya, Zakia mengkhawatirkan perkembangan anak nomor tiga yang dianggap kurang dalam motorik adaptasi dan sosialisasi. Kekhawatirannya semakin besar karena rumah tinggal Zakia yang berada di dekat rel kereta api.

Sehingga Zakia membatasi aktivitas putranya ke luar rumah dan memberikan handphone untuk hiburan. Namun, hal ini justru memperburuk kondisi sang buah hati hingga membuat putranya mengalami speech delay dan minim interaksi sosial. “Banyak orang mengatakan putra saya autis dan hati saya sakit mendengarnya. Hal itu membuat saya merasa bersalah karena merasa kurang memperhatikan tumbuh kembangnya,” kata Zakia saat ditemui di Kantor Kelurahan Kapasari Surabaya, Rabu (12/6/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beruntung, Zakia mengikuti program SOTH di Kelurahan Kapasari dan mendapatkan banyak ilmu baru tentang parenting. Ia pun membawa putranya ke rumah sakit untuk mengikuti terapi wicara. Hasilnya, putranya bukan autis, melainkan hanya speech delay akibat ketergantungan terhadap layar (screen time). “Alhamdulillah waktu awal saya mengikuti program SOTH, saya mendapatkan ilmu bahwasannya selama ini saya salah dalam mendidik dan membimbing putra saya. Sampai akhirnya saya membawa putra saya periksa di rumah sakit untuk mengikuti terapi wicara,” ujar Zakia.

Baca Juga:  Seabrek Capaian Program Wali Kota Eri Cahyadi di Tahun 2023
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Bunda Paud Surabaya Rini Indriyani Eri Cahyadi saat menyapa anak-anak di SOTH/Dok. Diskominfo Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Bunda Paud Surabaya Rini Indriyani Eri Cahyadi saat menyapa anak-anak di SOTH/Dok. Diskominfo Surabaya

Sejak mengikuti program SOTH selama tujuh kali pertemuan, Zakia melihat perkembangan yang signifikan pada putranya. Dulu yang awal putranya lebih banyak diam dan takut ketika bertemu orang baru, sekarang ini menjadi lebih interaktif. “Dulu putra saya menangis jika bertemu orang lain selain keluarga. Dia lebih memilih diam di rumah dengan handphone. Sekarang dia sudah bisa merespons ketika dipanggil, mau bermain dengan teman-temannya, dan mulai berbicara meski dengan kata-kata yang terputus,” ungkap Zakia.

Karena itu, Zakia bersyukur atas program SOTH yang telah membantu putranya. Ia pun ingin menginspirasi ibu-ibu lain yang memiliki anak speech delay untuk tidak menyerah dan terus berusaha membantu anak-anak mereka. “Kepada Bapak Wali Kota dan Ibu Wali Kota, Bapak Lurah dan Ibu Lurah, saya mengucapkan terima kasih banyak. Semoga program SOTH ini semakin berjaya dan dapat membangun generasi bangsa yang luar biasa,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Lurah Kapasari, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Ridzotullahmad Nurchakim menjelaskan, program SOTH di wilayahnya sudah berjalan sejak 2023. Program ini diawali percontohan di RW 5 dengan sasaran 10 orang peserta. Sedangkan untuk pengisi materi, berasal dari berbagai lintas stakeholder. “SOTH RW di 2023, berkembang lagi di SOTH kelurahan. Nah, SOTH tingkat kelurahan di 2023 ini pesertanya mencapai 16 ibu dan balita. Dimana fokus kepada ibu yang memiliki balita stunting dan pra-stunting,” kata Edo, sapaan lekatnya.

Baca Juga:  Respon Cepat dan Transparan, Layanan Pemkot Surabaya Kian Informatif

Dalam program SOTH ini, pihaknya dibantu enam kader pendamping. Fungsi dari kader pendamping sendiri adalah mendampingi dan sekaligus mengajak balita bermain ketika ibunda mereka mendapatkan materi pembelajaran. “Jadi ketika ibu balita mendapatkan pelajaran dari pemateri, maka anak-anak balitanya diasuh atau diajak bermain sambil belajar oleh enam kader pendamping,” papar Edo.

Edo juga menjelaskan total pembelajaran program SOTH di tahun 2023 berisi 13 paket materi. Belasan paket materi itu sudah komprehensif dalam memberikan wawasan kepada ibu balita terkait parenting. “Harapannya dipraktikkan dalam keluarga di rumah untuk menjadikan anak lebih sehat dan cerdas,” tutur dia.

Tak berhenti di sana, pada tahun 2024, program SOTH di Kapasari berkembang menjadi empat. Yakni, di RW 4, RW 8, RW 10 dan RW 12 Kelurahan Kapasari. SOTH di setiap RW itu juga dibantu enam kader pendamping dan beberapa pemateri dari lintas stakeholder.

Nah, pada tahun 2024 ini, SOTH berisi 14 paket materi pembelajaran. Dengan rincian, 13 materi yang sama pada SOTH 2023, dan ditambah satu materi berupa transisi anak dari PAUD ke SD. Belasan materi yang diberikan kepada ibu balita itu sangat komprehensif, bagaimana mengajarkan parenting atau pola asuh anak yang baik. “Dengan adanya program SOTH ini, progres penurunan stunting di Kelurahan Kapasari berjalan dengan baik. Di tahun 2023 awal, stunting kami ada 12 anak, dan tahun ini di bulan Juni 2024 sudah menurun tinggal 3 anak, dan itupun ada penyakit penyerta yang masih kami upayakan untuk penyembuhannya,” ungkap dia.

Ibu-ibu saat mengikuti Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH)/Dok. Diskominfo Surabaya
Ibu-ibu saat mengikuti Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH)/Dok. Diskominfo Surabaya

Di waktu terpisah, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersyukur program SOTH berhasil mengubah karakter orang tua dalam menerapkan parenting atau pola asuh anak yang baik. Menurut dia, keberhasilan ini berkat kolaborasi semua pihak. “Ternyata pendidikan orang tua itu jauh lebih penting dalam mendidik anak. Inilah yang saya harapkan,” kata Wali Kota Eri.

Baca Juga:  Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Karenanya, Wali Kota Eri mengucapkan terima kasih kepada TP PKK dan semua stakeholder yang terlibat dalam program SOTH. Kolaborasi ini juga menunjukkan hasil yang signifikan terhadap penurunan stunting di Kota Pahlawan. “Stunting Kota Surabaya tercatat menjadi 1,6 persen dan terendah se-Indonesia. Sebab, SOTH berperan penting dalam mengubah karakter orang tua terhadap pola asuh anak,” ujar dia.

Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani menyampaikan bahwa dalam program SOTH, pemerintah kota bersinergi bersama TP PKK dalam memperbaiki pola asuh orang tua kepada anak, serta membenahi pemberian gizi kepada balita. “SOTH adalah untuk ibu-ibu muda yang memiliki anak usia 0-6 tahun. Karena menjadi orang tua tidak ada sekolahnya, sehingga kami usahakan tumbuh kembang anak-anak maksimal dan terpantau melalui SOTH,” kata Bunda Rini.

Pada tahun 2023, SOTH angkatan ke-1, telah terselenggara di 153 kelurahan se-Surabaya. Sedangkan di tahun 2024, lebih dari 2.000 RW terlibat dalam pelaksanaan SOTH angkatan ke-2. Pendampingan dalam pelaksanaan SOTH turut melibatkan para stakeholder dan sejumlah perguruan tinggi di Kota Pahlawan. “Jadi yang terlibat bukan hanya pengelola SOTH saja. Tetapi RT, RW, PKK, dan KSH bergerak bersama. SOTH adalah contoh program yang juga digerakkan oleh kebersamaan warga untuk mewujudkan anak-anak yang berkarakter, sehat, dan cerdas,” pungkasnya. (ADV)

Berita Terkait

Kolaborasi Pemkot Surabaya, Kejati Jatim dan BPN Berhasil Selamatkan Aset Senilai Rp1 Triliun
Lomba Kampung Pancasila Surabaya 2026 Dimulai, 1.360 RW Menuju 200 Besar dan 35 Terbaik
Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk Dongkrak Ekonomi dan Kesejahteraan Warga
Program Pisang Danor Jadi Strategi Surabaya Kurangi Sampah dan Tekan Biaya TPA
SGE 2026 Catat Transaksi Rp7,75 Miliar, UMKM Surabaya Bidik Pasar Lebih Luas
Raih Dua Penghargaan Nasional, Surabaya Buktikan Satu Data NIK Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Sukses Tekan Bansos Salah Sasaran, Uji Coba Perlinsos Digital di Surabaya Hampir 100 Persen
Peringatan HAN 2026, Pemerintah Pusat Apresiasi Komitmen Surabaya Penuhi Hak dan Lindungi Anak
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 12:30 WIB

Kolaborasi Pemkot Surabaya, Kejati Jatim dan BPN Berhasil Selamatkan Aset Senilai Rp1 Triliun

Senin, 21 September 2026 - 13:25 WIB

Lomba Kampung Pancasila Surabaya 2026 Dimulai, 1.360 RW Menuju 200 Besar dan 35 Terbaik

Rabu, 9 September 2026 - 19:16 WIB

Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk Dongkrak Ekonomi dan Kesejahteraan Warga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Program Pisang Danor Jadi Strategi Surabaya Kurangi Sampah dan Tekan Biaya TPA

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:44 WIB

SGE 2026 Catat Transaksi Rp7,75 Miliar, UMKM Surabaya Bidik Pasar Lebih Luas

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB