Bicarasurabaya.com – Dua korban ledakan rumah makan Nasi Tempong Sri Dewi di Pakuwon City, Surabaya, masih menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Haji Surabaya setelah menjalani operasi. Keduanya mengalami luka bakar pada wajah hingga leher.
Ketua Tim Subsubstansi Hukum dan Humas RSUD Haji, Masrur, mengatakan kedua korban menjalani operasi debridement pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Operasi tersebut dilakukan untuk membersihkan jaringan kulit yang terbakar atau mati serta kotoran yang menempel pada luka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Operasi debridement untuk membersihkan luka bakar dari kulit yang terbakar atau mati dan kotoran yang menempel,” kata Masrur ketika dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026).
Kedua korban merupakan karyawan rumah makan Nasi Tempong Sri Dewi. Mereka mengalami luka bakar masing-masing sekitar 16 persen dan 31 persen.
Meski luas luka bakarnya di bawah 50 persen, kondisi keduanya dinilai berat karena luka mengenai area vital, yakni wajah dan leher yang berada dekat saluran pernapasan.
Keduanya juga sempat mengalami trauma inhalasi yang menyebabkan penyempitan saluran pernapasan.
“Kalau lukanya termasuk berat karena meskipun luka bakarnya kurang dari 50 persen, mengenai area vital yaitu wajah dan leher yang dekat dengan saluran napas,” jelas Masrur.
Saat ini kondisi kedua pasien sudah stabil. Namun, keduanya masih dirawat intensif di ICU untuk pemantauan pascaoperasi.
Keluarga korban juga telah disediakan ruang khusus untuk mendampingi selama proses perawatan.
Ledakan terjadi di rumah makan Nasi Tempong Sri Dewi, kawasan ruko San Antonio, Pakuwon City, Jalan Kalisari Utara, Surabaya, pada Selasa (6/10) pagi.
Ledakan tersebut diduga akibat kebocoran pipa tabung LPG 50 kilogram. Selain melukai lima karyawan, insiden itu juga menyebabkan kerusakan pada bangunan dan sejumlah kendaraan di sekitar lokasi. (BS/za)









