Misi Dagang Jatim di Jeddah Catat Potensi Transaksi Rp6,7 Triliun

- Publisher

Jumat, 25 September 2026 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatim Bidik Rantai Pasok Haji Arab Saudi Lewat Misi Dagang. (Foto: dok Humas Pemprov Jatim)

i

Jatim Bidik Rantai Pasok Haji Arab Saudi Lewat Misi Dagang. (Foto: dok Humas Pemprov Jatim)

Bicarasurabaya.com – Jawa Timur membidik pasar Arab Saudi, termasuk peluang memasok kebutuhan logistik haji dan umrah. Misi Dagang dan Investasi Jatim di Jeddah, Kamis (24/9/2026), mencatat potensi transaksi mencapai Rp6.716.785.201.275 atau sekitar Rp6,7 triliun.

Misi dagang yang dipimpin Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa itu mempertemukan pelaku usaha Jatim dengan calon pembeli dan investor dari Arab Saudi. Forum tersebut juga membahas industri halal serta peluang rantai pasok untuk kebutuhan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Khofifah mengatakan nilai potensi transaksi itu merupakan hasil rangkaian kurasi, business matching secara daring, hingga pertemuan bisnis secara langsung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari proses kurasi, business matching secara daring yang dilakukan berkali-kali, hingga one-on-one meeting, nilai potensi transaksi yang tercatat mencapai Rp6,7 triliun,” kata Khofifah.

Menurut dia, komitmen tersebut masih perlu ditindaklanjuti dengan pembahasan mengenai kebutuhan produk, kapasitas pasokan, hingga regulasi perdagangan di kedua negara.

Selain membuka pasar bagi produk Jawa Timur, misi dagang tersebut diarahkan untuk menjajaki posisi Jatim sebagai salah satu pemasok kebutuhan pendukung haji dan umrah di Arab Saudi.

Khofifah menyebut Jatim memiliki basis industri, perdagangan, logistik, dan ekosistem halal yang dapat mendukung peluang tersebut.

Baca Juga:  KPK Serahkan Aset Sitaan ke Surabaya, Apartemen Rp167 Juta Untuk Tambah PAD

“Jawa Timur memiliki ekosistem industri, perdagangan, logistik, dan halal yang cukup lengkap,” ujarnya.

Jatim memiliki 13 kawasan industri, dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), satu kawasan industri halal, 37 pelabuhan, tujuh bandara, serta 12 ruas jalan tol.

Pelabuhan Tanjung Perak juga melayani 24 dari 41 rute tol laut nasional. Pemprov Jatim menyebut hampir 80% kebutuhan logistik untuk 19 provinsi di Indonesia Timur disuplai dari Jawa Timur.

“Jawa Timur tidak hanya memiliki kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan distribusi. Ini yang kami tawarkan sebagai bagian dari rantai pasok regional, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pasar Arab Saudi,” kata Khofifah.

Sejumlah produk yang ditawarkan meliputi makanan dan minuman, kopi, teh, rempah, produk olahan ikan dan daging, fesyen, produk plastik, kertas, bahan kimia, suku cadang kendaraan, mesin industri, hingga produk halal lainnya.

Produk fesyen berbasis wastra dan bordir juga menjadi salah satu komoditas yang dibidik untuk pasar Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah.

“Kami juga membawa pemasok logistik yang pada musim haji tahun ini telah mendapatkan kesempatan. Mudah-mudahan kemitraan, kerja sama, dan penguatan pasokan logistik dari Jawa Timur dapat terus ditingkatkan,” ujar Khofifah.

Peluang kerja sama juga ditopang ekosistem industri halal Jawa Timur. Pemprov Jatim menyebut wilayah tersebut memiliki Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS), kawasan industri halal, lembaga pemeriksa halal, lembaga pendamping, laboratorium halal, serta rumah potong hewan halal.

Baca Juga:  Pembongkaran Kampung Taman Pelangi Mundur ke Januari 2026, Tersisa 6 Persil

Khofifah mengatakan penguatan ekosistem halal diperlukan agar kerja sama tidak berhenti pada perdagangan produk jadi.

“Yang kita tawarkan bukan sekadar produk. Kita ingin membangun rantai nilai yang didukung kawasan industri, proses produksi, sertifikasi, sumber daya manusia, hingga distribusi,” katanya.

Peluang tersebut mencakup sektor pangan, produk olahan, jasa, logistik, pariwisata, serta kebutuhan pendukung perjalanan dan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

“Jawa Timur memiliki basis produksi dan ekosistem halal, sementara Arab Saudi memiliki pasar dan kebutuhan yang sangat besar. Pertemuan ini kita harapkan dapat mempertemukan kedua potensi tersebut dalam bentuk kerja sama bisnis yang konkret,” tutur Khofifah.

Hubungan dagang Jawa Timur dan Arab Saudi sebelumnya juga mencatat surplus. Pada Januari-Juni 2026, ekspor Jatim ke Arab Saudi mencapai US$74,68 juta, sedangkan impor dari negara tersebut sebesar US$24,28 juta.

Dengan demikian, Jatim mencatat surplus perdagangan US$50,40 juta pada periode tersebut.

Komoditas ekspor utama Jatim antara lain olahan ikan, kayu dan produk kayu, kopi, teh dan rempah-rempah, bahan kimia organik, serta kertas dan karton.

Baca Juga:  Antam, UBS, Galeri24 Kompak Turun, Ini Rinciannya

Sementara itu, produk yang banyak diimpor dari Arab Saudi mencakup plastik dan barang dari plastik, bahan kimia organik, berbagai produk kimia, buah-buahan, serta filamen buatan.

“Angka perdagangan ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi Jawa Timur dan Arab Saudi sudah memiliki fondasi. Sekarang kita ingin memperluas dan memperdalamnya, dari perdagangan menjadi investasi dan kemitraan rantai pasok,” kata Khofifah.

Sekitar 50 perusahaan dan pelaku usaha Arab Saudi hadir dalam forum tersebut. Mereka berasal dari sektor perdagangan, pangan, produk halal, farmasi, kosmetik, parfum, ritel, dan investasi.

Misi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Jatim memperluas kerja sama perdagangan dan investasi dengan negara mitra.

Dalam periode 2022-2026, Misi Dagang Luar Negeri Jatim disebut telah mencatat total transaksi Rp33,17 triliun melalui 122 transaksi.

Khusus dengan Arab Saudi, tercatat tiga transaksi senilai Rp8,12 miliar pada periode yang sama. Sebanyak 41 pelaku usaha telah difasilitasi dalam berbagai kegiatan misi dagang luar negeri Jatim sepanjang 2022-2026.

Dengan potensi transaksi Rp6,7 triliun dalam pertemuan di Jeddah, Pemprov Jatim mendorong agar kesepakatan yang terbentuk tidak berhenti pada forum bisnis, tetapi berlanjut menjadi transaksi, investasi, dan kerja sama rantai pasok. (BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB