Bicarasurabaya.com – Ratusan kayu gelondongan berukuran besar berserakan di pesisir Desa Bicabbi dan Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Sumenep, Jawa Timur. Asal-usul kayu yang memiliki diameter hingga satu meter itu masih menjadi misteri.
Kayu-kayu tersebut ditemukan warga pada Minggu (21/9/2026). Selain berukuran besar, sejumlah batang juga terdapat stiker persegi empat berwarna kuning.
Warga Desa Bicabbi, Rochmad, mengatakan kayu gelondongan itu mulai diketahui terdampar sejak Minggu pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Diameternya sekitar satu meter, panjangnya kurang lebih lima meter,” kata Rochmad.
Warga Dungkek, Arifin, menduga kayu-kayu tersebut bukan berasal dari wilayah Madura. Bentuk dan ukurannya dinilai tidak umum ditemukan di kawasan tersebut.
“Setahu saya, baik di wilayah kepulauan maupun kabupaten lain di Madura, tidak ada kayu seperti ini,” ujarnya.
Arifin menduga ratusan kayu itu merupakan bagian dari muatan kapal yang terlepas dan jatuh ke laut. Dugaan tersebut muncul karena jumlah kayu cukup banyak dan tersebar di sejumlah titik pesisir.
“Mungkin muatan kapal yang jatuh ke laut karena dihantam cuaca buruk,” ungkap Arifin.
Hingga kini, belum diketahui asal maupun pemilik kayu gelondongan tersebut. Kapal yang diduga membawa muatan kayu, waktu kejadian, serta penyebab kayu terdampar juga belum dapat dipastikan.
Warga berharap pihak terkait segera memeriksa temuan itu untuk mengungkap asal muatan dan kemungkinan kaitannya dengan kapal yang melintas di perairan Sumenep.
“Kami ingin tahu itu kayu dari mana,” pungkasnya. (BS/za)











