Ratusan Kayu Besar Terdampar di Pantai Sumenep, Ada Stiker Kuning

- Publisher

Senin, 21 September 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan kayu gelondongan dengan label kuning di pantai di Sumenep. Foto: Istimewa)

i

Penampakan kayu gelondongan dengan label kuning di pantai di Sumenep. Foto: Istimewa)

Bicarasurabaya.com – Ratusan kayu gelondongan berukuran besar berserakan di pesisir Desa Bicabbi dan Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Sumenep, Jawa Timur. Asal-usul kayu yang memiliki diameter hingga satu meter itu masih menjadi misteri.

Kayu-kayu tersebut ditemukan warga pada Minggu (21/9/2026). Selain berukuran besar, sejumlah batang juga terdapat stiker persegi empat berwarna kuning.

Warga Desa Bicabbi, Rochmad, mengatakan kayu gelondongan itu mulai diketahui terdampar sejak Minggu pagi.

“Diameternya sekitar satu meter, panjangnya kurang lebih lima meter,” kata Rochmad.

Warga Dungkek, Arifin, menduga kayu-kayu tersebut bukan berasal dari wilayah Madura. Bentuk dan ukurannya dinilai tidak umum ditemukan di kawasan tersebut.

“Setahu saya, baik di wilayah kepulauan maupun kabupaten lain di Madura, tidak ada kayu seperti ini,” ujarnya.

Arifin menduga ratusan kayu itu merupakan bagian dari muatan kapal yang terlepas dan jatuh ke laut. Dugaan tersebut muncul karena jumlah kayu cukup banyak dan tersebar di sejumlah titik pesisir.

Baca Juga:  Tanggul Sungai di Wonorejo Ambles 15 Meter, BPBD dan DSDABM Lakukan Penanganan Darurat

“Mungkin muatan kapal yang jatuh ke laut karena dihantam cuaca buruk,” ungkap Arifin.

Hingga kini, belum diketahui asal maupun pemilik kayu gelondongan tersebut. Kapal yang diduga membawa muatan kayu, waktu kejadian, serta penyebab kayu terdampar juga belum dapat dipastikan.

Warga berharap pihak terkait segera memeriksa temuan itu untuk mengungkap asal muatan dan kemungkinan kaitannya dengan kapal yang melintas di perairan Sumenep.

“Kami ingin tahu itu kayu dari mana,” pungkasnya. (BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB