Bicarasurabaya.com – Menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan minimnya ruang bermain, Dosen dan Mahasiswa Laboratorium Cyber PR UPN Veteran Jawa Timur menggandeng Komunitas WEPOSE Surabaya menggelar program pengabdian masyarakat di kawasan permukiman Makam Rangkah, Tambakrejo, Surabaya, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan bertajuk CYLEBRATE 2K26 ini diikuti 30 anak usia 6 -12 tahun. Fokus kegiatannya pada pengenalan Tanaman Obat Keluarga atau Toga dan dilengkapi juga dengan literasi pengembangan diri bagi anak-anak di permukiman bantaran sungai tersebut.
Kawasan Makam Rangkah saat ini dihuni sekitar 110 Kepala Keluarga yang tersebar di lima RT. Selama puluhan tahun warga menetap di bangunan semi permanen dari kayu, asbes, dan sebagian tembok yang berdiri berdesakan di lahan pemakaman dan bantaran sungai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mayoritas warga menggantungkan hidup dari upah membersihkan makam, pekerjaan serabutan, hingga menjadi tukang parkir di sekitar makam.
Wakil Ketua Pelaksana CYLEBRATE 2K26, Mutia, menjelaskan bahwa di usia yang ke-4 ini, Laboratorium Cyber PR ingin menghadirkan momen perayaan yang memberikan dampak langsung bagi lingkungan sekitar. “Kegiatan turun langsung ke masyarakat ini sekaligus menjadi momentum refleksi bagi kami. Ini juga bentuk praktik belajar seorang PR dalam menghadapi realitas kehidupan, dan menumbuhkan rasa kepedulian bermasyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Laboratorium Cyber PR UPN Veteran Jawa Timur, Dra. Dyva Claretta, M.Si, menambahkan program ini bertujuan memberikan edukasi dasar tentang kesadaran merawat lingkungan. “Kita melihat fasilitas di sini masih minim, bahkan untuk kebutuhan dasar seperti MCK hanya ada MCK umum untuk banyak warga. Oleh karena itu, kita menggandeng teman-teman dari WEPOSE Surabaya memberikan edukasi dasar bagi anak-anak di sini tentang kepedulian lingkungan,” jelasnya di lokasi kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, dosen dan mahasiswa memanfaatkan fasilitas Titik Enam WEPOSE sebagai tempat edukasi. Sebanyak 30 anak usia 6-12 tahun diajak mengenal berbagai jenis dan manfaat tanaman toga. Mereka juga praktik langsung menanam toga ke dalam pot dan menghias wadah potnya masing-masing.
Afnan, perwakilan dari WEPOSE di Titik Enam area pelayanan, menyatakan bahwa anak-anak di sini harus diperlakukan dengan tegas agar dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan disiplin.
Antusiasme terlihat saat anak-anak dengan semangat mewarnai pot dan memindahkan tanaman dari polybag. Interaksi ini menjadi ruang baru bagi mereka yang kesehariannya dihabiskan di area pemakaman dengan minim fasilitas bermain layak.
Kehadiran dosen dan mahasiswa disambut positif warga. Salah satu perwakilan warga, Ibu Susi, berharap kegiatan seperti ini konsisten dilakukan. “Kebanyakan anak-anak di sini hanya sampai sekolah menengah. Selebihnya mereka memilih kerja. Kami sangat senang jika dikunjungi dosen dan mahasiswa yang turun langsung melihat kondisi kami seperti ini. Harapannya, apa yang diberikan pada anak-anak kami dapat bermanfaat kelak,” ungkapnya.
Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan komunitas sosial seperti WEPOSE ini diharapkan menjadi pemantik bagi pihak lain, termasuk pemerintah, untuk lebih memperhatikan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat. Mulai dari pendidikan hingga penyediaan fasilitas layak di kawasan permukiman. (Penulis: Dyva Claretta/Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur)









