Bicarasurabaya.com – Rencana pembangunan tol tengah Kota Surabaya belum memiliki detail pasti dalam tata ruang. Pemkot Surabaya justru mendorong agar tol timur dimaksimalkan lebih dulu sebagai alternatif untuk mengurangi kebutuhan pembangunan tol di tengah kota.
Kepala Bidang Penataan Ruang DPRKPP Kota Surabaya Reinhard Oliver mengatakan rencana tol tengah memang tercantum dalam RTRW nasional maupun provinsi. Namun, keberadaannya saat ini masih bersifat indikatif.
Artinya, detail trase dan bentuk pembangunan tol tengah belum dituangkan secara rinci dalam struktur ruang maupun pola ruang Kota Surabaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi secara struktur ruang belum digambar, pola ruang juga belum dapat karena kita belum tahu,” kata Reinhard saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).
Menurut dia, Pemkot Surabaya saat ini lebih mendorong optimalisasi rencana tol di wilayah timur. Jalan tol tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pergerakan kendaraan yang sebelumnya diarahkan melalui tol tengah kota.
Tol Timur Bisa Jadi Pengganti?
Reinhard menegaskan belum ada keputusan bahwa tol tengah akan dipindahkan ke wilayah timur. Kebijakan mengenai pembangunan jalan tol tersebut tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Namun, dari sisi Pemkot Surabaya, pembangunan tol timur dinilai perlu diprioritaskan untuk melihat apakah kebutuhan konektivitas kota sudah dapat terpenuhi.
“Kami lebih memprioritaskan dari Kota Surabaya untuk memaksimalkan yang di tol timur,” ujarnya.
Ia mengatakan tol timur diharapkan dapat berfungsi sebagai alternatif bagi pergerakan kendaraan yang melintasi kawasan tengah kota.
Jika tol timur nantinya terealisasi dan kapasitasnya dinilai sudah mampu memenuhi kebutuhan pergerakan, pembangunan tol tengah kota bisa saja tidak lagi diperlukan.
“Harapan kami, tol timur itu bisa menjadi alternatif tengah kota. Kalau teralisasi dan dirasa sudah cukup, maka tidak perlu teralisasi tol tengah kota,” katanya.
Dengan demikian, pembahasan tol tengah masih bergantung pada kebijakan pemerintah pusat. Sementara itu, Pemkot Surabaya memilih mendorong opsi yang dinilai bisa lebih dulu menjawab kebutuhan konektivitas tanpa harus menambah infrastruktur tol di kawasan tengah kota. (BS/za)









