Tol Timur Didorong Jadi Alternatif Tol Tengah Kota Surabaya

- Publisher

Jumat, 4 September 2026 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JLLT (Foto: Ilustrasi)

i

JLLT (Foto: Ilustrasi)

Bicarasurabaya.com – Rencana pembangunan tol tengah Kota Surabaya belum memiliki detail pasti dalam tata ruang. Pemkot Surabaya justru mendorong agar tol timur dimaksimalkan lebih dulu sebagai alternatif untuk mengurangi kebutuhan pembangunan tol di tengah kota.

Kepala Bidang Penataan Ruang DPRKPP Kota Surabaya Reinhard Oliver mengatakan rencana tol tengah memang tercantum dalam RTRW nasional maupun provinsi. Namun, keberadaannya saat ini masih bersifat indikatif.

Artinya, detail trase dan bentuk pembangunan tol tengah belum dituangkan secara rinci dalam struktur ruang maupun pola ruang Kota Surabaya.

“Jadi secara struktur ruang belum digambar, pola ruang juga belum dapat karena kita belum tahu,” kata Reinhard saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).

Menurut dia, Pemkot Surabaya saat ini lebih mendorong optimalisasi rencana tol di wilayah timur. Jalan tol tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pergerakan kendaraan yang sebelumnya diarahkan melalui tol tengah kota.

Tol Timur Bisa Jadi Pengganti?

Reinhard menegaskan belum ada keputusan bahwa tol tengah akan dipindahkan ke wilayah timur. Kebijakan mengenai pembangunan jalan tol tersebut tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Baca Juga:  Semeru Meletus, BNPB: Tiga Warga Luka Berat, Ratusan Hektare Lahan Rusak dan 528 Mengungsi

Namun, dari sisi Pemkot Surabaya, pembangunan tol timur dinilai perlu diprioritaskan untuk melihat apakah kebutuhan konektivitas kota sudah dapat terpenuhi.

“Kami lebih memprioritaskan dari Kota Surabaya untuk memaksimalkan yang di tol timur,” ujarnya.

Ia mengatakan tol timur diharapkan dapat berfungsi sebagai alternatif bagi pergerakan kendaraan yang melintasi kawasan tengah kota.

Jika tol timur nantinya terealisasi dan kapasitasnya dinilai sudah mampu memenuhi kebutuhan pergerakan, pembangunan tol tengah kota bisa saja tidak lagi diperlukan.

Baca Juga:  Wamendagri Puji Sistem Pengendalian Banjir Surabaya, Jadi Contoh Nasional?

“Harapan kami, tol timur itu bisa menjadi alternatif tengah kota. Kalau teralisasi dan dirasa sudah cukup, maka tidak perlu teralisasi tol tengah kota,” katanya.

Dengan demikian, pembahasan tol tengah masih bergantung pada kebijakan pemerintah pusat. Sementara itu, Pemkot Surabaya memilih mendorong opsi yang dinilai bisa lebih dulu menjawab kebutuhan konektivitas tanpa harus menambah infrastruktur tol di kawasan tengah kota. (BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB