Ratusan Santri Diduga Keracunan MBG, BGN Setop Sementara SPPG Kalitengah

- Publisher

Rabu, 2 September 2026 - 06:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com — Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo. Penghentian dilakukan setelah ratusan siswa dari 19 lembaga pendidikan diduga mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo mengatakan penghentian dilakukan sambil menunggu hasil evaluasi dan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.

“Untuk saat ini, SPPG kita berhenti operasional. Hasil lab dan lainnya kita tunggu sekitar satu minggu ke depan,” kata Teguh, Rabu (2/9/2026) dini hari.

Sampel makanan terkait kejadian tersebut telah diambil Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo bersama kepolisian untuk diperiksa di laboratorium.

Teguh menegaskan penghentian operasional SPPG Kalitengah masih bersifat sementara. BGN akan mengevaluasi hasil pemeriksaan sebelum menentukan apakah penghentian dilanjutkan secara permanen.

“Sementara ini disuspensi sampai hasil evaluasi dan hasil lab keluar,” ujarnya.

Hasil evaluasi itu selanjutnya akan dilaporkan ke BGN pusat. Keputusan akhir terkait status operasional SPPG Kalitengah akan ditentukan setelah laporan tersebut ditelaah.

Baca Juga:  NTP Jawa Timur Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025

SPPG Kalitengah selama ini menyalurkan sekitar 2.800 porsi MBG setiap hari. Sekitar 1.000 porsi di antaranya dikirim ke lingkungan Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, sedangkan sisanya didistribusikan ke sejumlah sekolah.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan dugaan keracunan tersebut terjadi pada siswa dari 19 lembaga pendidikan yang menerima distribusi MBG dari SPPG Kalitengah.

Lembaga yang terdampak tidak hanya pesantren. Di antaranya terdapat SMA, SMP, SD, hingga TK swasta.

Baca Juga:  Wacana Pilkada oleh DPRD, Ini Sikap Eri Cahyadi

“Ada SMA swasta, SMP, SD swasta, dan TK. Kebetulan tidak ada yang negeri,” kata Emil.

Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan belum dipastikan. Pemeriksaan sampel makanan menjadi salah satu dasar untuk menentukan penyebab kejadian sekaligus langkah BGN terhadap operasional SPPG Kalitengah. (BS/za) 

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB