Khofifah Dorong Muktamar NU Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Nahdliyin

- Publisher

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Khofifah Berharap Muktamar NU Jadi Penggerak Soliditas dan Ekonomi Nahdliyin. (Foto: dok Adpim Prov Jatim)

i

Khofifah Berharap Muktamar NU Jadi Penggerak Soliditas dan Ekonomi Nahdliyin. (Foto: dok Adpim Prov Jatim)

Bicarasurabaya.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tak berhenti pada konsolidasi organisasi. Forum lima tahunan itu diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga Nahdliyin.

Khofifah menyampaikan harapan tersebut saat menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8/2026). Muktamar berlangsung 27-31 Agustus 2026 dan dibuka Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Khofifah, soliditas penting agar NU mampu menghadapi perubahan sosial yang berlangsung cepat. Dengan jumlah warga yang besar serta jaringan pesantren dan lembaga pendidikan yang luas, NU dinilai memiliki modal kuat untuk mengambil peran strategis dalam persoalan kebangsaan.

“Semoga Muktamar NU ini menjadi momentum kebaikan bagi NU, momentum untuk semakin mensolidkan organisasi, memperkuat persaudaraan umat, dan bersama-sama mewujudkan NU sebagai bagian strategis dalam memajukan bangsa,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (28/8/2026).

Namun, soliditas organisasi bukan satu-satunya pekerjaan rumah. Khofifah juga menyoroti penguatan ekonomi warga Nahdliyin.

Khofifah menilai jumlah warga Nahdliyin yang besar merupakan potensi ekonomi sekaligus kekuatan sosial. Potensi tersebut perlu diolah agar berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ia mendorong penguatan sektor UMKM, koperasi, pendidikan vokasi, ekonomi syariah, hingga sektor-sektor produktif yang bisa membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga.

“Warga Nahdliyin harus semakin berdaya, mandiri dan produktif,” ujarnya.

Baca Juga:  Keluhan Layanan Dispendukcapil Surabaya Viral, Ini Klarifikasi Kadis

Menurut Khofifah, penguatan ekonomi menjadi semakin penting di tengah perubahan dunia kerja dan perkembangan ekonomi digital. NU memiliki ruang besar untuk mendorong warganya tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pelaku ekonomi yang produktif.

Di sisi lain, Khofifah mengingatkan agar modernisasi tidak membuat NU meninggalkan akar tradisi keulamaan.

“Nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah tetap menjadi pijakan, tetapi pada saat yang sama NU mampu menjawab berbagai persoalan baru yang dihadapi masyarakat dan bangsa,” katanya.

Khofifah menyebut perkembangan teknologi dan ekonomi digital, perubahan iklim, bonus demografi, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga dinamika geopolitik sebagai tantangan yang perlu direspons NU.

Baca Juga:  StrokeGuard, Inovasi Mahasiswa ITS untuk Pemantauan Tekanan Darah Pasien Strok

Karena itu, ia berharap Muktamar ke-35 mampu melahirkan kepemimpinan dan keputusan organisasi yang menjaga persatuan sekaligus membuat NU lebih adaptif.

“Soliditas dan persatuan harus menjadi kekuatan utama agar NU semakin besar manfaatnya bagi umat dan bangsa,” tuturnya.

Khofifah juga menekankan pentingnya mempertahankan peran NU sebagai kekuatan moderasi. Toleransi, kerukunan, keseimbangan, dan penghormatan terhadap perbedaan dinilai menjadi modal penting untuk menjaga persatuan Indonesia.

Pada akhirnya, Khofifah berharap keputusan Muktamar tidak hanya berdampak pada perjalanan organisasi, tetapi juga terasa bagi kehidupan warga Nahdliyin.

Muktamar, menurut dia, harus menjadi titik tolak bagi NU untuk semakin solid secara organisasi sekaligus semakin kuat dalam memberdayakan ekonomi warganya. (BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB