Mobil Terperosok di Lautan Pasir, Kisah Damkar Surabaya Berjibaku Padamkan Api Bromo

- Publisher

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Damkar Surabaya berjibaku padamkan api di Gunung Bromo. (Foto: dok tim Rescue DPKP Surabaya)

i

Personel Damkar Surabaya berjibaku padamkan api di Gunung Bromo. (Foto: dok tim Rescue DPKP Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Matahari belum tinggi ketika lima personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya tiba di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS). Mereka datang bukan untuk tugas rutin di tengah kota, melainkan menghadapi kobaran api di medan yang jauh berbeda.

Satu fire truck berkapasitas 3.000 liter dan sebuah mobil ranger dibawa menuju lokasi. Peralatan pemadaman ikut diangkut. Tantangannya segera terasa begitu kendaraan memasuki kawasan lautan pasir.

Jalur yang pada pagi hari masih bisa dilalui perlahan berubah menjadi medan berat. Salah satu kendaraan bahkan sempat terperosok.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala DPKP Surabaya Laksita Rini Sevriani mengatakan kondisi medan menjadi salah satu tantangan terbesar selama personel membantu operasi pemadaman karhutla.

“Alhamdulillah, semua personel selamat dan sehat. Saat pertama datang, mobil sempat terperosok karena medan lautan pasir,” kata Laksita, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, karakter pasir membuat mobilisasi kendaraan semakin sulit ketika siang hari. Jalur yang masih memungkinkan dilewati pada pagi hari bisa menjadi lebih berat beberapa jam kemudian.

“Kalau pagi mungkin masih bisa dilalui, tetapi siang hari pasirnya lebih sulit untuk dilewati,” ujarnya.

Lima personel tersebut berangkat dari Surabaya pada Minggu (9/8/2026) pagi. Mereka bergerak setelah DPKP Surabaya menerima permintaan bantuan dari BPBD Jawa Timur dan Sekretaris Daerah Surabaya pada Sabtu malam.

Baca Juga:  Daop 8 Surabaya Amankan 197 Tumbler Tertinggal, Baru 24 Diambil Pemilik

Tim terdiri dari tiga personel rescue dan dua personel pasukan rayon.

Mereka datang ketika kebakaran di kawasan TN-BTS sudah berlangsung sejak 3 Agustus 2026. Api dilaporkan meluas hingga kawasan utara B29 dan bergerak ke sejumlah wilayah di sekitar kaldera.

“Kami diminta membantu penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Setelah berkoordinasi, tim rescue dan pasukan rayon langsung berangkat pada Minggu pagi,” ujar Laksita.

Bagi personel damkar, menghadapi api di kawasan pegunungan tentu berbeda dengan menangani kebakaran di perkotaan. Tidak ada jalan aspal yang bisa dengan mudah dilalui kendaraan pemadam. Titik api pun tidak selalu dapat didekati dengan kendaraan.

Tim Surabaya kemudian bergabung dengan unsur lain dalam operasi pemadaman. Mereka membantu penanganan api di sejumlah titik, mulai kawasan Pasar Berisik hingga mengarah ke Ranu Pane.

Salah satu personel rescue DPKP Surabaya, Ilham, menyebut tim gabungan juga melakukan pemadaman di Blok Tepelan, Watu Tulis hingga Resort Ranu Pane.

Namun, tidak semua titik bisa ditembus dari darat.

“Medannya memang cukup berat. Ada beberapa lokasi yang tidak bisa dijangkau langsung oleh tim pemadam,” kata Laksita.

Baca Juga:  Perawat PPPK Tertangkap Selundupkan 240 Pil Koplo ke Lapas Lumajang

Untuk titik-titik seperti itu, pemadaman dilakukan dari udara menggunakan helikopter melalui operasi water bombing. Dari darat, personel gabungan tetap bergerak ke area yang masih memungkinkan dijangkau.

Di tengah medan yang sulit, personel DPKP Surabaya membawa perlengkapan khusus berupa AFT Backpack (Advanced Firefighting Technology).

Bentuknya seperti ransel sehingga bisa dipanggul personel saat harus meninggalkan kendaraan dan berjalan menuju titik api. Alat tersebut memiliki kapasitas sekitar 10 liter dengan sistem bertekanan tinggi.

“Kami membawa dua unit alat pemadam yang bisa dipanggul. Kapasitasnya sekitar 10 liter dan bertekanan tinggi,” ujar Laksita.

Peralatan itu menjadi penting ketika personel harus bergerak lebih dekat ke titik api yang tidak bisa dijangkau fire truck.

Di kawasan Bromo, lima personel Surabaya bukan satu-satunya yang berjibaku dengan kebakaran. Mereka bekerja bersama tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jawa Timur, BPBD setempat, pemadam kebakaran dari sejumlah daerah, Manggala Agni hingga relawan.

Api dilawan dari berbagai sisi. Personel di darat menyisir area yang bisa dijangkau, sementara titik-titik tertentu ditangani dari udara.

Bagi tim Surabaya, keterlibatan dalam operasi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penanganan bencana yang tidak mengenal batas wilayah.

Baca Juga:  Urbanisasi Dibatasi, Pendatang Tanpa Kerja Siap Dipulangkan

Laksita menyebut permintaan bantuan tersebut menjadi bagian dari kerja bersama antardaerah.

“Ini sudah menjadi perhatian bersama, bukan hanya daerah tertentu,” tuturnya.

Setelah beberapa hari berada di lokasi, lima personel DPKP Surabaya menyelesaikan tugas dan kembali ke Surabaya pada Selasa (11/8/2026).

Tidak ada perayaan khusus ketika mereka tiba. Yang dibawa pulang adalah pengalaman menghadapi medan yang jauh berbeda dari tugas sehari-hari di tengah kota.

Mobil yang sempat terperosok, lautan pasir, titik api yang sulit dijangkau hingga pemadaman menggunakan peralatan yang dipanggul menjadi bagian dari perjalanan mereka selama berada di kawasan Bromo.

Yang terpenting, seluruh personel kembali dalam kondisi sehat.

“Alhamdulillah api sudah bisa dipadamkan bersama operasi gabungan dengan Manggala Agni, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD setempat, dan relawan,” kata Ilham.

Di balik padamnya api, ada kisah lima personel damkar yang harus meninggalkan kenyamanan tugas di kota, masuk ke medan pasir dan pegunungan, lalu bertaruh dengan medan untuk mendekati titik-titik api.

Mereka datang membawa air dan peralatan. Namun yang paling menentukan di medan seperti Bromo bukan hanya seberapa banyak air yang dibawa, melainkan seberapa jauh kaki dan kendaraan bisa membawa mereka mendekati api. (cit)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB