Pengangguran Lulusan SMK Menurun, Pasar Kerja Jatim Membaik

- Publisher

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatim meraih penghargaan dan insentif Rp 3 Miliar usai tiga tahun berturut-turut berhasil menurunkan jumlah angka pengangguran. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

i

Jatim meraih penghargaan dan insentif Rp 3 Miliar usai tiga tahun berturut-turut berhasil menurunkan jumlah angka pengangguran. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicarasurabaya.com – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Timur terus menunjukkan tren penurunan. Pada Februari 2026, angka pengangguran tercatat sebesar 3,55 persen, turun dibandingkan 3,61 persen pada periode yang sama tahun lalu dan lebih rendah dari rata-rata nasional yang mencapai 4,68 persen.

Capaian tersebut mengantarkan Jawa Timur meraih penghargaan Terbaik I Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali. Selain penghargaan, pemerintah pusat juga memberikan insentif fiskal sebesar Rp 3 miliar.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penurunan pengangguran di Jawa Timur berlangsung konsisten dalam lima tahun terakhir. TPT yang sempat berada di level 5,17 persen pada Februari 2021 kini turun menjadi 3,55 persen pada Februari 2026.

Perbaikan kondisi ketenagakerjaan juga terlihat dari meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja. Hingga Februari 2026, jumlah penduduk bekerja mencapai 24,25 juta orang atau bertambah sekitar 388 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik menjadi 74,78 persen atau meningkat 0,53 poin dibandingkan tahun lalu. Data tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang terserap ke dunia kerja.

Salah satu perkembangan yang mendapat perhatian adalah menurunnya angka pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pada Februari 2026, TPT lulusan SMK tercatat 5,73 persen, membaik dibandingkan 5,87 persen pada tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Surabaya Perluas Layanan Tes HIV, Kasus Baru Turun 10 Persen

“Penurunan pengangguran lulusan SMK menunjukkan penguatan link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia usaha maupun industri semakin efektif,” ujar Khofifah Indar Parawansa, Jumat (5/6/2026).

Penurunan tersebut didukung berbagai program yang menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja, mulai dari pelatihan berbasis kompetensi, magang industri, hingga penempatan tenaga kerja di dalam dan luar negeri.

Saat ini Jawa Timur telah menjalin kerja sama penempatan tenaga kerja dengan 13 negara tujuan. Pada 2026, sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK dan lembaga kursus mengikuti program magang dan peluang kerja luar negeri. Dari jumlah tersebut, 1.617 peserta telah lolos seleksi dan memperoleh kontrak kerja.

Baca Juga:  Jagal RPH Pegirian Tolak Pindah, Pemkot Surabaya Pastikan Relokasi Tetap Jalan

Keberhasilan menekan angka pengangguran dinilai tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, industri, lembaga pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam memperluas akses lapangan kerja.

Di tengah tantangan kebutuhan tenaga kerja yang terus berubah, tren penurunan pengangguran ini menjadi sinyal positif bagi pasar kerja Jawa Timur. Selain menunjukkan meningkatnya penyerapan tenaga kerja, capaian tersebut juga memperlihatkan semakin kuatnya keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB