Awasi 296 Lokasi Kurban, Surabaya Pastikan Daging yang Beredar Aman

- Publisher

Senin, 1 Juni 2026 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com – Ribuan hewan kurban yang diperiksa selama Iduladha 1447 Hijriah di Surabaya dinyatakan layak konsumsi. Meski petugas menemukan kasus cacing hati dan satu temuan cacing pita, organ yang terindikasi terinfeksi dipastikan tidak dibagikan kepada masyarakat.

Temuan tersebut diperoleh dari pengawasan kesehatan hewan kurban yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya di 296 lokasi pemotongan yang tersebar di 31 kecamatan.

Kepala DKPP Surabaya Nanik Sukristina mengatakan sekitar 20 lokasi ditemukan kasus cacing hati dan satu lokasi ditemukan cacing pita. Seluruh organ yang terindikasi terinfeksi langsung dipisahkan saat pemeriksaan postmortem.

“Seluruh organ yang terindikasi terinfeksi langsung dipisahkan dan tidak didistribusikan kepada masyarakat,” kata Nanik, Senin (1/6/2026).

Selain temuan tersebut, petugas juga mendapati seekor sapi yang terindikasi skabies saat pemeriksaan di lapak penjualan hewan kurban. Hewan itu segera diisolasi untuk mencegah risiko penularan.

Beberapa hewan lainnya mengalami gangguan kesehatan ringan akibat kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dari daerah asal. Kondisi tersebut ditangani langsung di lapangan melalui pemberian vitamin dan perawatan yang diperlukan.

Baca Juga:  Kunjungan Wisata Surabaya Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025, Didominasi Wisatawan Nusantara

Menurut Nanik, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap temuan cacing hati karena bagian yang terdampak hanya organ tertentu, bukan seluruh daging hewan.

Karena itu, panitia kurban diimbau lebih cermat saat memilah organ dalam sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.

Selama masa pengawasan Iduladha 2026, petugas memeriksa 2.123 ekor sapi, 4.772 kambing, dan 133 domba setelah penyembelihan. Sementara sebelum pemotongan, pemeriksaan dilakukan terhadap 4.890 sapi, 11.142 kambing, dan 452 domba di berbagai lapak penjualan.

Baca Juga:  WFH ASN Hemat Perjalanan Dinas hingga Rp 1,95 Triliun dan Percepat Digitalisasi

Hasil evaluasi tersebut menunjukkan pengawasan kesehatan hewan kurban masih menjadi faktor penting untuk memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat tetap aman, sehat, dan layak konsumsi. (BS/za) 

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB