Surabaya Temukan Hewan Kurban Terindikasi Skabies Jelang Iduladha

- Publisher

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok Diskominfo Surabaya

i

Foto: dok Diskominfo Surabaya

Bicarasurabaya.com – Pemkot Surabaya memperketat pemeriksaan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Dari puluhan lapak penjualan yang telah diperiksa, tim menemukan satu hewan kurban terindikasi skabies dan langsung diisolasi agar tidak diperjualbelikan.

Pemeriksaan dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya bersama dokter hewan, akademisi, hingga Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma) Kementerian Pertanian di sejumlah titik penjualan hewan kurban, Rabu (20/5/2026).

Kepala DKPP Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, pengawasan dimulai sejak 18 Mei dan akan berlangsung hingga 26 Mei 2026.

“Hingga hari ketiga, sudah ada 61 lapak hewan kurban yang diperiksa di 31 kecamatan,” kata Nanik.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari administrasi hingga kondisi kesehatan hewan. Para pedagang diwajibkan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal dan izin lapak dari kecamatan setempat.

Tim pemeriksa juga mengecek kondisi fisik hewan untuk mendeteksi penyakit menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), skabies, hingga penyakit lainnya.

“Satu hewan terindikasi skabies langsung kami isolasi supaya tidak dijual ke masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Enam Tersangka Pembakaran Grahadi Ditetapkan, Kejari Surabaya Siapkan Jaksa Peneliti

Selain pemeriksaan penyakit, petugas memastikan hewan kurban memenuhi syarat usia dan layak sembelih. Pemeriksaan dilakukan melalui pengecekan fisik, aktivitas hewan, hingga kondisi gigi.

Nanik menjelaskan, sebagian besar hewan kurban yang masuk ke Surabaya berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek. Beberapa hewan juga didatangkan dari luar pulau.

Karena itu, pengawasan diperketat untuk mencegah masuknya hewan yang tidak sehat ke Surabaya menjelang Iduladha.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan hewan kurban yang sehat, aman, dan layak dikonsumsi,” jelasnya.

Baca Juga:  Kebakaran di Pemukiman Padat, 8 Rumah Terdampak, 1 Ludes Terbakar

Tak hanya sebelum penjualan, DKPP juga menyiapkan pemeriksaan pasca penyembelihan atau post mortem saat Hari Raya Iduladha nanti. Pemeriksaan akan melibatkan Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup.

Sementara itu, Kepala Pusvetma Kementerian Pertanian Edy Budi Susila mengatakan seluruh ternak yang masuk ke Surabaya wajib melewati pemeriksaan kesehatan, termasuk tes laboratorium untuk mendeteksi PMK dan penyakit strategis lainnya.

“Setelah dinyatakan sehat, ternak baru mendapatkan sertifikat kesehatan untuk distribusi,” katanya.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB