BMKG Keluarkan Peringatan Dini Rob untuk Wilayah Pesisir Jatim

- Publisher

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

i

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Bicarasurabaya.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur hingga 21 Mei 2026. Kenaikan muka air laut dipicu siklus astronomi saat fase bulan baru atau new moon.

Koordinator BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, mengatakan pasang maksimum air laut saat ini merupakan siklus bulanan yang berpotensi memicu banjir rob di kawasan pesisir.

Baca Juga:  Bantuan Surabaya Mengalir ke Aceh dan Sumatra, Donasi Hampir Rp1 Miliar

“Pasang air laut maksimum yang terjadi saat ini merupakan siklus bulanan posisi bulan, di mana saat ini fase bulan baru,” kata Sutarno, Senin (18/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BMKG memprediksi ketinggian muka air laut bisa mencapai 120 hingga 160 sentimeter di atas rata-rata permukaan laut. Kondisi tersebut berpotensi memicu genangan di wilayah pesisir dengan tinggi sekitar 10 sampai 40 sentimeter.

Puncak pasang air laut diperkirakan terjadi pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Fenomena ini dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di kawasan pelabuhan dan permukiman dekat pantai.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Naik Rp6.000 ke Rp3.045.000 per Gram

“Dapat mengganggu transportasi, aktivitas petani garam, perikanan, hingga kegiatan bongkar muat di pelabuhan,” ujarnya.

Selain menimbulkan genangan, banjir rob juga berpotensi merusak infrastruktur dan lingkungan. Air laut yang masuk ke daratan dapat merendam jalan, kendaraan, hingga rumah warga.

BMKG juga mengingatkan risiko pencemaran sumber air bersih akibat intrusi air laut. Dalam jangka panjang, abrasi pantai disebut dapat mengikis wilayah pesisir dan merusak ekosistem mangrove.

Wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan meliputi pesisir Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban, Banyuwangi, Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo, Jember, Bangkalan, hingga Sampang.

Baca Juga:  Antisipasi El Niño, BPBD Surabaya Perkuat Mitigasi Kebakaran dan Krisis Air

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat melakukan langkah antisipasi seperti memperbaiki drainase, menyiapkan pompa air, memperkuat tanggul, serta menjaga kawasan mangrove untuk mengurangi dampak banjir rob.(BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB