Majelis Salakan Diluncurkan, Alumni Annuqayah Perkuat Jejaring untuk Masa Depan Pesantren

- Publisher

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengasuh Ponpes Annuqayah Daerah Lubangsa saat menyampaikan pengarahannya dalam Majelis Salakan/dok.bicarasurabaya.com

i

Pengasuh Ponpes Annuqayah Daerah Lubangsa saat menyampaikan pengarahannya dalam Majelis Salakan/dok.bicarasurabaya.com

Bicarasurabaya.com – Para santri, alumni, simpatisan, dan pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa meluncurkan wadah baru bernama Majelis Salakan. Peluncuran tersebut dikemas dalam Rapat Nasional Majelis Salakan I yang digelar di MAN Surabaya, Ahad (17/5/2026).

Forum ini dibentuk sebagai ruang konsolidasi alumni dan simpatisan untuk mendukung berbagai program pengembangan Pondok Pesantren Annuqayah, khususnya Daerah Lubangsa.

Ketua Panitia yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Dr. H. Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy., mengatakan bahwa Majelis Salakan diharapkan menjadi wadah besar bagi alumni, santri, dan simpatisan pesantren dalam merumuskan berbagai kegiatan strategis ke depan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita me-launching satu wadah bernama Majelis Salakan. Majelis ini nantinya akan menjadi wadah para alumni, santri, dan simpatisan pondok pesantren untuk menggagas berbagai kegiatan yang mendukung program-program di Pondok Pesantren Annuqayah, khususnya Annuqayah Lubangsa,” ujar Muhammad Muslim.

Menurutnya, kegiatan yang akan digagas melalui majelis tersebut tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek nonfisik, seperti pendidikan, penguatan kapasitas santri, serta pengembangan jejaring alumni.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya dan ITS Audit 1.100 Struktur Bangunan Pondok Pesantren

“Insyaallah dari forum ini akan lahir program-program yang dapat mendukung dan bermanfaat secara langsung terhadap pembangunan serta masa depan Pondok Pesantren Annuqayah,” katanya.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 500 peserta dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Kalimantan, Semarang, Banyuwangi, Bali, Jember, Madura, hingga daerah lainnya. Muhammad Muslim menyebut, jumlah alumni dan simpatisan Annuqayah secara keseluruhan diperkirakan mencapai ribuan orang.

Ia berharap Majelis Salakan dapat memperkuat kembali ikatan emosional dan spiritual antara alumni, santri, simpatisan, dan para masyayikh. Menurutnya, kekompakan alumni menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan perjuangan pesantren.

“Harapannya, para santri dan alumni bisa guyub rukun bersama-sama mendukung program-program yang disusun dalam rapat nasional ini. Yang tidak kalah penting, jangan sampai ada yang mufaraqah dari perjuangan kiai, terutama dalam menjaga akidah Ahlussunnah Wal Jamaah,” tegasnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa, KH Moh. Salahuddin A. Warits, menilai keberadaan Majelis Salakan sangat penting untuk menjawab tantangan pesantren di tengah perubahan zaman, terutama dalam menyambut generasi muda yang masih memiliki minat tinggi untuk belajar di pesantren.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN UPN Veteran Jatim Kembangkan Aquaponik untuk Kemandirian Pangan Pesantren

Menurutnya, minat generasi Z untuk mondok masih cukup besar. Berdasarkan data yang ia dapatkan, sekitar 60 persen anak muda masih memiliki ketertarikan untuk menempuh pendidikan di pesantren.

“Artinya, kita harus bersiap-siap menyambut Gen Z dengan situasi dan permasalahan mereka. Majelis ini menjadi penting karena bisa menjadi ruang bersama untuk menyiapkan apa yang dibutuhkan, mulai dari fasilitas, pembaruan pengetahuan, hingga informasi yang sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, pesantren memiliki peran fundamental dalam kehidupan masyarakat. Tidak hanya sebagai lembaga pendidikan agama, pesantren juga menjadi penyedia layanan moral bagi masyarakat.

“Kalau negara memberikan layanan bagi kehidupan sehari-hari masyarakat, maka pesantren seharusnya memberikan pelayanan moral. Itu juga merupakan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, berbagai isu yang berkembang tentang pesantren saat ini perlu dijawab dengan penguatan hubungan antara pengasuh, santri, alumni, dan simpatisan. Jika tidak, pesantren dikhawatirkan kesulitan menghadapi perubahan zaman dan tidak maksimal menjalankan perannya sebagai penjaga moral masyarakat.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN UPN Veteran Jatim Kembangkan Aquaponik untuk Kemandirian Pangan Pesantren

Ia juga menegaskan bahwa Gen Z membutuhkan model pesantren yang mampu mengombinasikan pendidikan agama dengan ilmu pengetahuan modern. Karena itu, pesantren perlu semakin responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dunia digital.

“Gen Z itu menginginkan pesantren yang memiliki kombinasi pendidikan. Bukan hanya agama, tetapi juga responsif terhadap ilmu-ilmu yang berkembang sekarang, terutama teknologi digital,” katanya.

Ia menyebut, Pondok Pesantren Annuqayah sejak lama memiliki kekhasan dalam memadukan kurikulum nasional dengan kurikulum lokal kepesantrenan. Pola tersebut dinilai menjadi modal penting bagi pesantren untuk tetap relevan dengan kebutuhan zaman tanpa kehilangan akar tradisi dan nilai keislamannya.

Dengan terbentuknya Majelis Salakan, para alumni dan simpatisan diharapkan dapat semakin aktif berkontribusi dalam pengembangan pesantren, baik melalui gagasan, jejaring, program pendidikan, maupun dukungan nyata bagi kemajuan Pondok Pesantren Annuqayah di masa mendatang. (RF)

Berita Terkait

Minim Ruang Bermain, Anak Makam Rangkah Belajar Menanam Harapan Lewat Toga
Sentuhan Chef Syahril Warnai Iftar Eksklusif di Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya
Rayakan Lebaran Lebih Hangat, ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Hampers dan Paket Halal Bi Halal Istimewa
Mahasiswa UPN “Veteran” Jatim Sulap Lahan RW 02 Sidotopo Jadi Kebun TOGA Produktif
Belajar Toleransi Sejak Dini, Anak Panti Ulul Azmi Diajak Memahami Bhinneka Tunggal Ika
Live Cooking hingga Grand Prize: Iftar Spektakuler ARTOTEL TS Suites Surabaya Jadi Buruan Warga
Bernuansa Timur Tengah, Hotel Santika Premiere Surabaya Tawarkan 300 Menu Iftar
Saat Identitas Disalahgunakan, Surabaya Sedang Diuji

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 19:56 WIB

Minim Ruang Bermain, Anak Makam Rangkah Belajar Menanam Harapan Lewat Toga

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:21 WIB

Majelis Salakan Diluncurkan, Alumni Annuqayah Perkuat Jejaring untuk Masa Depan Pesantren

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:20 WIB

Sentuhan Chef Syahril Warnai Iftar Eksklusif di Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:50 WIB

Rayakan Lebaran Lebih Hangat, ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Hampers dan Paket Halal Bi Halal Istimewa

Senin, 9 Maret 2026 - 15:38 WIB

Mahasiswa UPN “Veteran” Jatim Sulap Lahan RW 02 Sidotopo Jadi Kebun TOGA Produktif

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB