Surabaya Perkuat Data Ekonomi, Sensus 2026 Libatkan 415 Ribu Usaha

- Publisher

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok Diskominfo Surabaya

i

Foto: dok Diskominfo Surabaya

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya bersama Badan Pusat Statistik (BPS) mempercepat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 guna memperkuat basis data ekonomi di tengah pesatnya transformasi digital.

Sensus yang berlangsung 1 Mei hingga 31 Juli 2026 ini menyasar seluruh pelaku usaha nonpertanian, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar, termasuk sektor ekonomi digital yang terus berkembang.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menegaskan pentingnya data dalam menentukan arah kebijakan.

“Kita berada dalam fase transformasi ekonomi yang sangat cepat. Data menjadi dasar menentukan arah pembangunan,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, data yang dihimpun tidak sekadar statistik, tetapi menjadi alat intervensi kebijakan, termasuk dalam penanganan pengangguran dan pengembangan ekonomi lokal.

Sementara itu, Kepala BPS Surabaya, Arrief Chandra Setiawan, menyebut sensus ini krusial untuk menangkap perubahan struktur ekonomi, terutama pergeseran ke sektor digital.

Baca Juga:  Surabaya Dikepung Banjir, Pasang Laut dan Proyek Drainase Jadi Faktor

“Banyak pelaku usaha beralih ke platform digital dan belum seluruhnya terdata. Ini yang ingin kita tangkap,” katanya.

Ia memastikan seluruh data bersifat rahasia dan hanya disajikan dalam bentuk agregat, serta tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan.

Untuk menjangkau seluruh potensi ekonomi, BPS menurunkan sekitar 1.900 petugas hingga Agustus 2026. Pendataan menargetkan sekitar 415 ribu unit usaha di Surabaya, termasuk usaha rumahan dan sektor kreatif.

Arrief menekankan posisi strategis Surabaya sebagai motor ekonomi Jawa Timur, dengan kontribusi sekitar seperempat perekonomian provinsi.

Baca Juga:  Inflasi Surabaya 5,11 Persen, Emas dan Tiket Pesawat Jadi Penyumbang

“Kalau Surabaya bergerak, dampaknya besar bagi Jawa Timur,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan pentingnya partisipasi pelaku usaha agar data yang dihasilkan akurat dan utuh.

Tanpa dukungan pelaku usaha, potret ekonomi yang disusun berisiko tidak mencerminkan kondisi sebenarnya—padahal data tersebut akan menjadi dasar kebijakan pembangunan ke depan.(BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB