Bicarasurabaya.com – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei, Polrestabes Surabaya menyiapkan rekayasa lalu lintas di 22 titik strategis. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas warga di tengah potensi aksi massa.
Waka Polrestabes Surabaya, Rosyid Hartanto, mengatakan pengaturan dilakukan dengan sistem kanalisasi, yakni pembagian arus kendaraan secara terstruktur di simpang padat hingga titik putar balik.
“Pengaturan ini untuk memastikan arus tetap lancar dan respons petugas cepat jika terjadi gangguan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, jarak antar titik pengamanan telah dihitung, mulai puluhan meter hingga lebih dari satu kilometer, guna menjamin distribusi personel merata.
Sejumlah kawasan yang menjadi fokus pengamanan antara lain Jalan Ahmad Yani, Margorejo, Wonokromo, hingga pusat kota seperti Tunjungan dan Tegalsari. Titik lain yang dipantau ketat meliputi Bundaran Waru dan akses masuk pusat kota yang berpotensi menjadi jalur pergerakan massa.
Rosyid menambahkan, pengamanan tidak hanya melibatkan satuan lalu lintas, tetapi juga personel samapta, reserse kriminal, serta dukungan Dinas Perhubungan.
“Jumlah personel disesuaikan dengan tingkat kerawanan. Beberapa titik diperkuat untuk memastikan pengendalian situasi tetap optimal,” katanya.
Melalui sistem kanalisasi, arus kendaraan akan diarahkan agar tidak beririsan dengan jalur massa aksi. Skema ini juga memudahkan petugas melakukan pengalihan lalu lintas secara fleksibel jika terjadi peningkatan mobilisasi massa.
Polisi menegaskan pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan langkah preventif dan humanis. Dengan rekayasa ini, peringatan May Day diharapkan berlangsung aman tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
“Harapannya kegiatan berjalan tertib dan masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan lancar,” pungkas Rosyid.(BS/za)






