Status Politik Gatut Sunu Disorot Usai OTT KPK

- Publisher

Sabtu, 11 April 2026 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

i

Foto: Istimewa

Bicarasurabaya.com – Status politik Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menjadi sorotan usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dua partai, Gerindra dan PDI Perjuangan, sama-sama menegaskan posisi Gatut di internal mereka.

DPD Partai Gerindra Jawa Timur memastikan Gatut belum resmi menjadi kader, meski sebelumnya sempat berproses untuk bergabung.

Ketua OKK DPD Gerindra Jatim, Hidayat, mengatakan keputusan keanggotaan belum ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Memang ada proses, tapi belum resmi menjadi kader karena belum ada keputusan DPP,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Meski demikian, Gerindra mengakui pernah mengusung Gatut dalam Pilkada Tulungagung 2024 berpasangan dengan kadernya, Ahmad Baharudin. Pasangan ini menang dengan perolehan 50,72 persen suara dan dilantik pada Februari 2025.

Di sisi lain, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menegaskan Gatut bukan lagi kader sejak mencalonkan diri melalui partai lain pada Pilkada 2024.

Baca Juga:  Universiti Malaya Kunjungi Jatim, Khofifah Tawarkan Kolaborasi Pendidikan

Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Jatim, Budi “Kanang” Sulistyono, menjelaskan keanggotaan Gatut otomatis gugur tanpa perlu proses pemecatan.

“Ketika mencalonkan diri lewat partai lain, otomatis keanggotaannya gugur,” ujarnya.

Menurutnya, status tersebut berlaku sejak Gatut mendaftarkan diri sebagai calon bupati yang diusung koalisi Gerindra, Golkar, dan PKS.

Dengan demikian, secara administratif Gatut tidak lagi berstatus kader PDIP, sementara di Gerindra juga belum tercatat sebagai kader resmi.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Naik Rp18 Ribu, Tembus Rp2,695 Juta per Gram

Sebelumnya, KPK mengamankan Gatut dalam OTT pada Jumat (10/4). Hingga kini, lembaga antirasuah masih mendalami kasus tersebut dan belum mengumumkan status hukum pihak yang diamankan.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB