Bicarasurabaya.com – Mulai sekarang, aparatur sipil negara (ASN) di Surabaya punya pola kerja baru. Setiap Jumat, mereka wajib bekerja dari rumah atau work from home (WFH).
Kebijakan ini menjadi bagian dari penerapan sistem kerja fleksibel yang mengombinasikan kerja dari kantor (WFO) dan dari rumah. Tujuannya, mendorong cara kerja yang lebih adaptif tanpa mengorbankan layanan publik.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, perubahan ini bukan sekadar soal lokasi kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang utama tetap hasil kerja dan kualitas pelayanan,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Selama WFH, ASN tetap harus menjalankan tugas seperti biasa. Mereka diwajibkan presensi digital tiga kali sehari dan melaporkan aktivitas kerja melalui sistem yang sudah disiapkan.
Layanan ke masyarakat juga dipastikan tetap berjalan. Digitalisasi jadi kunci agar urusan administrasi tidak terhambat meski sebagian pegawai bekerja dari rumah.
Selain itu, pola kerja baru ini diharapkan bisa menekan biaya operasional sekaligus mengurangi mobilitas harian. Dampaknya, konsumsi bahan bakar hingga penggunaan listrik dan air bisa ditekan.
Ada juga dorongan penggunaan transportasi ramah lingkungan. ASN dianjurkan memakai kendaraan listrik, transportasi umum, atau sepeda, terutama pada hari-hari tertentu.
Meski begitu, tidak semua bisa ikut skema ini. Layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti rumah sakit, puskesmas, hingga pemadam kebakaran, tetap bekerja penuh di kantor.
Pengawasan tetap dilakukan melalui atasan masing-masing dan laporan rutin. Evaluasi juga akan dilakukan berkala untuk melihat efektivitasnya.
Pola kerja fleksibel ini diharapkan bukan sekadar perubahan cara kerja, tapi juga mendorong kinerja yang lebih cepat, efisien, dan tetap dekat dengan kebutuhan warga.(BS/za)











