Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta beban administrasi guru dikurangi agar lebih fokus pada proses belajar mengajar. Salah satunya dengan mengganti laporan kinerja bulanan dari sistem manual ke digital.
Hal itu disampaikan saat menghadiri halalbihalal bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMP negeri dan swasta di Kantor Dinas Pendidikan (Dispendik), Selasa (7/4/2026).
Menurut Eri, laporan kinerja yang masih manual justru menyita waktu guru dan mengganggu fokus utama dalam mendidik siswa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tugas utama guru itu mendidik, jangan sampai waktunya habis hanya untuk laporan,” ujarnya.
Ia meminta Dispendik segera menyiapkan sistem digital agar proses pelaporan lebih ringkas dan efisien. Dengan begitu, guru dapat lebih optimal dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
Selain soal administrasi, Eri juga mendorong lahirnya inovasi di sektor pendidikan. Ia meminta MKKS dan K3S dilibatkan aktif untuk merancang program yang berdampak langsung bagi siswa.
“Ayo ciptakan sesuatu yang baru dan bermanfaat untuk anak-anak,” katanya.
Ia menargetkan inovasi tersebut mulai terlihat dalam waktu satu bulan dan diharapkan bisa menjadi percontohan di tingkat nasional.
Di sisi lain, Kepala Dispendik Surabaya Febrina Kusumawati menilai pertemuan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia pendidikan.
“Harapannya sinergi ini bisa terus diperkuat ke depan,” ujarnya.
Dengan pengurangan beban administrasi dan dorongan inovasi, kualitas pembelajaran diharapkan meningkat dan lebih berfokus pada kebutuhan siswa.(BS/za)









