Eri Minta Laporan Guru Didigitalisasi, Fokus ke Pembelajaran

- Publisher

Rabu, 8 April 2026 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Eri Cahyadi minta guru fokus untuk pembelajaran dibandingkan laporan administrasi. (Foto: dok Diskominfo Surabaya)

i

Wali Kota Eri Cahyadi minta guru fokus untuk pembelajaran dibandingkan laporan administrasi. (Foto: dok Diskominfo Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta beban administrasi guru dikurangi agar lebih fokus pada proses belajar mengajar. Salah satunya dengan mengganti laporan kinerja bulanan dari sistem manual ke digital.

Hal itu disampaikan saat menghadiri halalbihalal bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMP negeri dan swasta di Kantor Dinas Pendidikan (Dispendik), Selasa (7/4/2026).

Menurut Eri, laporan kinerja yang masih manual justru menyita waktu guru dan mengganggu fokus utama dalam mendidik siswa.

“Tugas utama guru itu mendidik, jangan sampai waktunya habis hanya untuk laporan,” ujarnya.

Ia meminta Dispendik segera menyiapkan sistem digital agar proses pelaporan lebih ringkas dan efisien. Dengan begitu, guru dapat lebih optimal dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.

Selain soal administrasi, Eri juga mendorong lahirnya inovasi di sektor pendidikan. Ia meminta MKKS dan K3S dilibatkan aktif untuk merancang program yang berdampak langsung bagi siswa.

Baca Juga:  Penanganan Kelompok Pemuda Bersajam di Surabaya Dinilai Sudah Benar

“Ayo ciptakan sesuatu yang baru dan bermanfaat untuk anak-anak,” katanya.

Ia menargetkan inovasi tersebut mulai terlihat dalam waktu satu bulan dan diharapkan bisa menjadi percontohan di tingkat nasional.

Di sisi lain, Kepala Dispendik Surabaya Febrina Kusumawati menilai pertemuan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia pendidikan.

“Harapannya sinergi ini bisa terus diperkuat ke depan,” ujarnya.

Dengan pengurangan beban administrasi dan dorongan inovasi, kualitas pembelajaran diharapkan meningkat dan lebih berfokus pada kebutuhan siswa.(BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB