Harga Plastik Melonjak, UMKM Putar Otak Tekan Biaya Produksi

- Publisher

Selasa, 7 April 2026 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com – Lonjakan harga plastik hingga 30–60 persen mulai menekan pelaku UMKM di Surabaya. Kenaikan biaya kemasan ini berpotensi mendorong naiknya harga jual produk ke konsumen.

Tekanan paling terasa pada usaha makanan dan minuman yang bergantung pada kemasan plastik sekali pakai. Jika tidak diantisipasi, kenaikan biaya produksi bisa langsung memukul margin usaha.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan Surabaya, Mia Santi Dewi, membenarkan adanya lonjakan harga tersebut yang dipicu faktor global.

“Kenaikan harga plastik saat ini cukup signifikan, sekitar 30 sampai 60 persen. Ini dipengaruhi pasokan global dan harga energi dunia,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, kenaikan harga kemasan sudah mulai dirasakan pelaku usaha, meski belum seluruhnya berujung pada kenaikan harga jual. Namun, tekanan biaya disebut tidak bisa dihindari.

Untuk meredam dampak, pelaku UMKM didorong melakukan efisiensi, terutama dengan mengubah jenis kemasan. Alternatif non-plastik mulai dilirik karena dinilai lebih stabil dan berpotensi menekan biaya.

Baca Juga:  Sidak Proyek Bozem, Eri Minta Penanganan Banjir Dipercepat

Selain itu, perubahan pola penjualan juga mulai dipertimbangkan. Produk tidak lagi dikemas dalam ukuran kecil, melainkan dijual dalam volume lebih besar untuk mengurangi penggunaan plastik.

Upaya lain yang dilakukan adalah memperpendek rantai distribusi bahan baku. Dengan jalur distribusi yang lebih singkat, harga di tingkat pelaku usaha diharapkan bisa ditekan.

“Harga bisa lebih kompetitif jika rantai distribusi tidak terlalu panjang,” kata Mia.

Hasil pemantauan di sejumlah pasar dan toko menunjukkan harga plastik memang sudah mengalami kenaikan. Kondisi ini menjadi sinyal awal tekanan biaya yang lebih luas jika tren berlanjut.

Baca Juga:  Ditarget Selesai September 2026, Wali Kota Eri: Revitalisasi Pasar Keputran Selatan Telan Rp7,7 Miliar

Meski keluhan pelaku usaha belum masif, situasi ini dinilai perlu diwaspadai. Tanpa langkah adaptasi, kenaikan harga plastik berisiko menekan daya beli masyarakat melalui kenaikan harga produk UMKM.

Di tengah kondisi tersebut, pelaku usaha kini dituntut lebih adaptif agar tetap bertahan, tanpa harus langsung membebankan kenaikan biaya kepada konsumen. (BS/za) 

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB