Bicarasurabaya.com – Menindaklanjuti instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar kepala daerah tetap siaga satu minggu sebelum hingga satu minggu setelah Lebaran. Aparatur sipil negara (ASN) selama periode libur Idulfitri 1447 Hijriah akan tetap masuk dengan skema piket dan Work From Anywhere (WFA) diterapkan untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Pemkot Surabaya telah menyusun sistem kerja yang memastikan roda pemerintahan tetap berjalan selama masa libur.
“Seperti biasa di Pemkot Surabaya ada giliran piket sebelum dan setelah Lebaran. Ini kita jalankan agar pemerintahan tetap berjalan dan keamanan kota terjaga,” kata Eri, Kamis (12/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam skema tersebut, seluruh kepala perangkat daerah akan bergiliran menjalankan piket untuk memastikan koordinasi pemerintahan tetap berjalan.
Selain piket, Pemkot Surabaya juga menerapkan kebijakan WFA bagi ASN secara proporsional. Namun, pegawai yang bekerja dari mana saja tetap harus dalam kondisi siaga.
“Kita data siapa yang WFA dan siapa yang piket. Yang pasti semuanya harus on call agar koordinasi tidak terputus,” ujarnya.
Eri menegaskan, layanan yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh berhenti selama libur Lebaran.
Beberapa dinas yang dipastikan tetap siaga 24 jam antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta Satpol PP. Sistem rotasi personel juga akan diterapkan agar petugas tetap dapat bertugas sekaligus merayakan Lebaran secara bergantian.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menginstruksikan kepala daerah tetap siaga di wilayah masing-masing selama masa libur Idulfitri. Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Edaran Mendagri Nomor 000.2.3/1171/SJ tentang penundaan perjalanan ke luar negeri selama libur Lebaran.
Melalui skema piket dan WFA tersebut, Pemkot Surabaya memastikan pelayanan publik tetap berjalan meski sebagian ASN menjalani libur Hari Raya.(BS/za)











