Jatim–Maluku Utara Bahas Tol Laut dan SPBE, Tekan Biaya Logistik

- Publisher

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos berbincang dengan Gubernur Khofifah membahas kerjasama dua provinsi di Gedung Grahadi, Jumat (26/2). (Foto: Istimewa)

i

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos berbincang dengan Gubernur Khofifah membahas kerjasama dua provinsi di Gedung Grahadi, Jumat (26/2). (Foto: Istimewa)

Bicarasurabaya.com – Ketimpangan arus logistik antara Jawa Timur dan Maluku Utara menjadi sorotan dalam pertemuan dua gubernur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (27/2/2026). Biaya distribusi yang tinggi akibat kapal kembali tanpa muatan dinilai ikut memicu mahalnya harga barang di wilayah timur Indonesia.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos untuk membahas penguatan kerja sama antarprovinsi. Fokus pembahasan meliputi optimalisasi Tol Laut, perdagangan antardaerah, hingga penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Khofifah mengungkapkan, selama ini pelaku usaha Jawa Timur rutin memasok kebutuhan pokok ke Maluku Utara seperti beras, minyak goreng, telur, dan daging ayam. Namun arus balik dari Maluku Utara belum optimal.

“Banyak kapal kembali tanpa muatan maksimal. Ini membuat biaya logistik tinggi karena tidak terjadi keseimbangan arus barang,” ujarnya.

Sejumlah perusahaan pelayaran di Jawa Timur, lanjut dia, menyatakan siap menjemput komoditas unggulan Maluku Utara apabila volume muatan mencukupi. Optimalisasi program Tol Laut dinilai bisa menjadi solusi untuk menekan disparitas harga dan membuka akses pasar yang lebih luas.

Masalah logistik ini bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah timur Indonesia kerap menghadapi ongkos distribusi tinggi akibat struktur perdagangan yang belum seimbang. Kondisi tersebut berdampak langsung pada inflasi daerah dan daya beli masyarakat.

Sherly mengakui ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan dari Jawa Timur masih besar. “Sebagian besar kebutuhan pangan kami berasal dari Jawa Timur. Kalau kapal kembali kosong, ongkosnya dibebankan ke harga barang,” katanya.

Baca Juga:  Prabowo Minta Daerah Bersatu Kelola Kekayaan Alam, Khofifah: Jatim Siap Gas Program Nasional

Pemprov Maluku Utara, lanjutnya, tengah mencari pola rantai pasok yang lebih efisien agar kapal berangkat dan kembali sama-sama membawa muatan. Dengan skema itu, biaya logistik diharapkan turun dan harga di tingkat konsumen lebih terjangkau.

Selain sektor ekonomi, pertemuan juga membahas penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital. Indeks SPBE Jawa Timur saat ini mencapai 4,7 dan termasuk tertinggi secara nasional, sementara Maluku Utara berada di angka 3,6.

Sherly menyatakan pihaknya ingin belajar dari praktik digitalisasi di Jawa Timur untuk meningkatkan efektivitas dan transparansi layanan publik. “Kami ingin mempercepat peningkatan kualitas tata kelola berbasis elektronik,” ujarnya.

Baca Juga:  Khofifah Minta Pemda Jatim Ganti Kembang Api dengan Doa

Kerja sama juga diarahkan pada penguatan manajemen aparatur sipil negara melalui perjanjian kinerja serta peningkatan kapasitas SDM lewat peran BPSDM.

Pertemuan ini menjadi tindak lanjut komunikasi yang telah dibangun sebelumnya, termasuk saat misi dagang dan penandatanganan nota kesepahaman antarorganisasi perangkat daerah. Ke depan, kedua provinsi sepakat memperluas kolaborasi di sektor pertanian, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dengan pembenahan logistik dan digitalisasi tata kelola, sinergi Jatim–Maluku Utara diharapkan tak sekadar seremonial, tetapi benar-benar menekan biaya distribusi dan memperkuat daya saing daerah.(BS/za)

Berita Terkait

Eri Cahyadi Ungkap Alasan 13 Kepala Dinas Surabaya Diganti
Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:50 WIB

Eri Cahyadi Ungkap Alasan 13 Kepala Dinas Surabaya Diganti

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Berita Terbaru

13 kepala dinas di lingkungan Pemkot Surabaya dimutasi atau diganti selama setahun. Salah satu alasan Wali Kota Eri menggantinya yakni tidak mencapai target pembangunan yang bersinergi.

Bicara Kota

Eri Cahyadi Ungkap Alasan 13 Kepala Dinas Surabaya Diganti

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:50 WIB

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB