Bicarasurabaya.com – Banjir yang melanda Kabupaten Jember, Jawa Timur, meluas hingga 23 desa di 10 kecamatan. Sebanyak 7.445 kepala keluarga (KK) terdampak, dan satu warga dilaporkan meninggal dunia.
Data terbaru Pusat Pengendali dan Operasional (Pusdalops) mencatat, wilayah terdampak bertambah dari delapan menjadi 10 kecamatan setelah asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember Edi Budi Susilo mengatakan banjir dipicu hujan deras yang mengguyur Jember sejak Kamis (12/2) sore hingga Jumat (13/2). Debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari hasil asesmen TRC, banjir meluas ke 10 kecamatan dan 23 desa. Saat ini air sudah surut,” kata Edi, Sabtu.
Sepuluh kecamatan terdampak meliputi Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, Balung, Wuluhan, dan Puger.
Dari total 7.445 KK terdampak, jumlah terbanyak berada di Kecamatan Rambipuji dengan 3.774 KK.
BPBD juga mencatat kelompok rentan terdiri dari 74 balita, 82 lansia, dan empat penyandang disabilitas. Sebanyak 557 warga sempat mengungsi saat banjir mencapai puncaknya.
“Seluruh pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing dan mulai membersihkan sisa lumpur,” ujarnya.
Satu korban meninggal dunia bernama Siti Nurfadila (55). Korban tersengat listrik saat membersihkan rumahnya di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kamis malam.
Selain korban jiwa, banjir juga merusak sejumlah infrastruktur. Tercatat 11 rumah rusak ringan, tiga jembatan ambruk, satu masjid roboh, satu pondok pesantren, balai desa, serta sekolah TK dan SD terendam. Satu Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) turut terdampak. Sebanyak 12 speedboat juga dilaporkan terbawa arus.
BPBD bersama perangkat daerah telah menyalurkan bantuan logistik dan melakukan penanganan di lokasi terdampak.
Edi mengimbau warga tetap waspada. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga 20 Februari 2026.
Meski banjir telah surut, risiko susulan masih mengintai seiring tingginya intensitas hujan di wilayah tersebut. (BS/za)









