Ancam Keselamatan Pengguna Jalan, DLH Intensif Perantingan dan Peremajaan Pohon

- Publisher

Selasa, 18 November 2025 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Humas Pemkot/BS

i

Foto: Humas Pemkot/BS

Bicarasurabaya.com – Menantisipasi pohon tumbang akibat angin kencang serta curah hujan tinggi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya maraton melakukan perantingan pohon di Surabaya yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto, mengatakan perantingan dilakukan secara rutin terutama di ruas-ruas jalan utama. Untuk mempercepat pekerjaan, petugas dibagi ke dalam tujuh rayon dengan target minimal 20 pohon per hari di tiap rayon, selama kondisi cuaca memungkinkan.

“Di wilayah padat seperti Wiyung, perantingan bahkan dilakukan pada Minggu pagi. Kami bekerja sama dengan kepolisian untuk melakukan contra flow agar petugas dan pengguna jalan tetap aman,” ujar Dedik, Selasa (18/11/2025).

Petugas DLH melakukan perantingan dan pemotongan pohon. (Foto: Humas Pemkot/BS)

Selain jadwal rutin, masyarakat juga dapat mengajukan permohonan perantingan melalui aplikasi Wargaku. Layanan ini mencakup pohon-pohon yang berada di area permukiman, sehingga warga bisa terlibat langsung dalam pencegahan risiko pohon tumbang.

Di luar perantingan, pemkot juga menjalankan program peremajaan pohon, terutama di lokasi yang dipenuhi pohon besar berusia puluhan tahun. Di Jalan Ahmad Yani, misalnya, banyak pohon asem peninggalan era kolonial yang tampak sehat dari luar namun berpotensi keropos di bagian tengah.

Baca Juga:  Inflasi Pangan Dijaga, Surabaya Panen Cabai Rawit Varietas Ori

“Pohon yang terlalu besar dan berisiko tinggi akan diganti dengan jenis yang lebih ideal. Jalan Ahmad Yani menjadi salah satu fokus karena merupakan akses vital dan pintu masuk kota,” jelas Dedik.

Ia mengakui peremajaan membutuhkan waktu panjang karena karakteristik vegetasi berbeda dari pembangunan fisik. “Pohon butuh puluhan tahun untuk tumbuh kembali dan menghadirkan keteduhan seperti yang kita nikmati sekarang,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan tambahan, masyarakat diminta menghindari berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon besar ketika hujan deras atau angin kencang.

Baca Juga:  Kampung Pancasila Jadi Basis Ketahanan Sosial Surabaya, Pemkot Siapkan SOP ke Kemendagri

“Kami mengimbau warga untuk menjauh dari pohon saat cuaca ekstrem demi menghindari kecelakaan akibat pohon tumbang. Banyak kasus terjadi karena bagian dalam pohon sudah keropos,” pungkasnya.(BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB