Bicarasurabaya.com – Pemerintah pusat memastikan ketersediaan anggaran untuk membangun kembali Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, yang musalanya ambruk pada September lalu dan menewaskan 63 santri. Pembangunan ulang direncanakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah telah menyiapkan ruang anggaran untuk proyek tersebut, meski masih menunggu pengajuan resmi dari kementerian teknis.
“Detailnya saya belum update, tapi yang jelas, uangnya ada,” ujarnya di Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya yang dikutip, Selasa (11/11/2025).
Purbaya menjelaskan, koordinasi awal sudah dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Namun, proses dapat dimulai setelah proposal pembiayaan disampaikan secara resmi.
“Prinsipnya, anggaran tersedia dan bisa segera dijalankan begitu pengajuannya masuk,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ponpes Al Khoziny runtuh saat ratusan santri menunaikan salat asar. Peristiwa itu menjadi salah satu tragedi bangunan ambruk dengan korban terbesar di Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir, dengan 63 santri meninggal dan lebih dari seratus lainnya selamat.
Pemerintah berencana membangun gedung baru ponpes tersebut di lokasi berbeda, tepatnya di Jalan Antartika, Desa Siwalanpanji, Sidoarjo. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 25 November 2025.(BS/za)









