Trans Jatim Akan Berhenti Beroperasi Juni 2026 Akibat Pemotongan Dana TKD

- Publisher

Senin, 27 Oktober 2025 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: dok bs)

i

Ilustrasi (Foto: dok bs)

Bicarasurabaya.com – Pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar Rp2,8 triliun diperkirakan berdampak besar terhadap keberlanjutan operasional Bus Trans Jatim. Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur memperkirakan anggaran yang tersisa hanya cukup hingga pertengahan 2026.

Kepala Dishub Jatim Nyono mengatakan, kondisi ini sudah dilaporkan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa agar dukungan terhadap transportasi publik tetap dipertahankan.

“Kami sudah melapor ke Ibu Gubernur agar minimal operasional Trans Jatim, terutama hingga koridor 8, tidak dikurangi. Kalau sampai berhenti, dampaknya luar biasa,” ujar Nyono, Senin (27/10/2025).

Menurutnya, pemangkasan anggaran bukan hanya mengancam keberlanjutan layanan yang sudah ada, tetapi juga membuat rencana pembukaan lima koridor baru pada 2026 terancam batal.

Lima koridor tersebut meliputi tiga rute di wilayah Gerbangkertasusila dan dua di kawasan Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu).

“Mengacu kondisi fiskal saat ini, lima koridor tahun depan kemungkinan gagal diluncurkan,” ujarnya.

Setiap penambahan satu koridor baru membutuhkan dana sekitar Rp50 miliar, sehingga total kebutuhan untuk lima koridor mencapai Rp250 miliar. Dengan pemotongan TKD, anggaran sebesar itu sulit dipenuhi.

Baca Juga:  Jagal Sapi Ancam Mogok Massal, Tegaskan Aksi Tolak Relokasi RPH Bukan Ormas

Nyono mengingatkan, penghentian layanan Trans Jatim akan berdampak langsung pada mobilitas warga. Saat ini, bus Trans Jatim melayani sekitar 20.000 penumpang per hari atau lebih dari 5 juta penumpang per tahun di tujuh koridor yang telah beroperasi.

“Trans Jatim sudah jadi andalan masyarakat. Jarak antarkota bisa ditempuh dengan tarif hanya Rp5.000. Kalau layanan ini berhenti, tentu banyak warga yang terdampak,” katanya.

Ia menilai, meningkatnya jumlah pengguna menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap transportasi publik mulai tumbuh. Karena itu, menjaga keberlanjutan operasional lebih penting daripada menambah rute baru dalam kondisi fiskal terbatas.

Baca Juga:  Trafo Rusak Terbakar, Sempat Bikin Warga Panik

“Lebih baik menunda penambahan koridor, asalkan operasional sampai akhir tahun depan tetap jalan,” tegasnya.

Berdasarkan surat Dirjen Perimbangan Keuangan No. S-62/PK/2025 tanggal 23 September 2025, dana transfer ke daerah untuk Pemprov Jatim pada 2026 akan berkurang Rp2,815 triliun atau sekitar 24,21 persen dibanding tahun 2025.

Total TKD untuk Jatim tahun depan akan menjadi Rp8,8 triliun, turun dari Rp11,4 triliun tahun ini.

Sementara total pengurangan dana untuk 38 kabupaten/kota di Jatim mencapai Rp17,5 triliun.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB