ITS Kumpulkan Perguruan Tinggi se-Indonesia, Dorong Sinergi untuk Kedaulatan Pangan

- Publisher

Jumat, 26 September 2025 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendiktisaintek RI Prof Brian Yuliarto PhD (berjas hitam) saat memberikan sambutan dalam Forwarek Bidang Kerja Sama PTN - ISI se-Indonesia 2025 di ITS. (Foto: Humas ITS/BS)

i

Mendiktisaintek RI Prof Brian Yuliarto PhD (berjas hitam) saat memberikan sambutan dalam Forwarek Bidang Kerja Sama PTN - ISI se-Indonesia 2025 di ITS. (Foto: Humas ITS/BS)

Bicarasurabaya.com – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi tuan rumah Forum Wakil Rektor (Forwarek) Bidang Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Institut Seni Indonesia (ISI) se-Indonesia 2025. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Rektorat ITS, Kamis (25/9/2025), menghadirkan 32 perwakilan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia dengan fokus pada isu strategis: ketahanan pangan.

Forum ini mengangkat tema “Sinergi Perguruan Tinggi untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan”. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof Brian Yuliarto, PhD, menekankan pentingnya kolaborasi riset lintas sektor. “Inovasi perguruan tinggi tidak boleh berhenti di kampus. Harus terhubung dengan kebutuhan industri dan petani agar manfaatnya nyata,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Jumat (26/9/2025).

Baca Juga:  STIESIA Beri Beasiswa Kepada 53 Mahasiswa Berprestasi Senilai Rp 271,2 Juta

Rektor ITS, Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD, dalam sambutannya menyebut perguruan tinggi memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar mencetak sumber daya manusia. “Perguruan tinggi harus menghasilkan riset yang aplikatif dan berdampak langsung. Forum ini momentum penting untuk melahirkan strategi nyata bagi ketahanan pangan,” katanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Senada, Tenaga Ahli Menteri Bidang Hilirisasi Produk Peternakan RI, Prof Dr Ir Ali Agus DAA DEA, menegaskan persoalan pangan tidak bisa ditangani secara parsial. Ia menekankan perlunya sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan industri. “Prioritas utama kita antara lain penyediaan benih unggul, pupuk berimbang, irigasi, serta regenerasi petani. Peningkatan kompetensi petani muda menjadi kunci,” jelasnya.

Baca Juga:  UK Petra Jadi Pemenang Hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka 2021

Ali juga menyoroti pentingnya penerapan pertanian modern berbasis teknologi digital atau smart farming. Konsep ini memungkinkan petani memantau lahan dan hasil pertanian secara akurat serta efisien. “Masa depan pertanian Indonesia bergantung pada generasi muda yang mampu memanfaatkan teknologi digital,” tambahnya.

Melalui Forwarek ini, ITS juga menegaskan kontribusinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-2 (tanpa kelaparan), poin ke-9 (inovasi, industri, dan infrastruktur), serta poin ke-17 (kemitraan untuk tujuan bersama). Forum ini diharapkan menjadi wadah lahirnya terobosan baru yang memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung kedaulatan pangan Indonesia.(BS/za)

Berita Terkait

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB