Festival Rujak Uleg 2024, Wujud Kebersamaan dan Kekeluargaan Warga Membangun Surabaya

- Publisher

Senin, 20 Mei 2024 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Rujak Uleg di HJKS ke-731/Dok.Diskominfo Surabaya

i

Festival Rujak Uleg di HJKS ke-731/Dok.Diskominfo Surabaya

Bicarasurabaya.com – Sebanyak 5 ribu lebih warga Kota Surabaya tumplek blek di halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (19/5/2024) pagi. Mereka turut menjadi saksi kemeriahan Festival Rujak Uleg 2024 yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731.

Serangkaian acara mengawali festival tahunan itu, mulai dari teatrikal Pasar Suroboyo ‘The History of Rujak Cingur’, lomba fashion show Akulturasi Budaya Surabaya, ‘ngulek’ rujak bareng, hingga Lomba Rujak Uleg. Tahun ini, Festival Rujak Uleg mengusung ‘The History of Rujak Cingur’, sehingga konsep dan lokasinya juga berbeda dari tahun sebelumnya.

Biasanya, festival yang selalu ditunggu-tunggu setiap tahun ini digelar di Jalan Kembang Jepun Kya-Kya pada malam hari. Namun, tahun ini digelar di Taman Surya halaman Balai Kota Surabaya pada pagi hari. Alhasil, warga yang penasaran untuk menyaksikan dan menikmati kuliner khas Surabaya itu semakin membludak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan Festival Rujak Uleg 2024 memiliki konsep, tema, dan lokasi yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tujuannya adalah untuk kenyamanan dan menarik minat masyarakat untuk datang menyaksikan festival tersebut.

“Insyaallah tahun depan temanya akan berbeda lagi, karena kita akan membuat tema yang berbeda-beda terus. Seperti adanya teatrikal, yang menceritakan awal mulanya rujak itu seperti apa, ini penting supaya warga tahu sejarahnya rujak uleg,” kata Wali Kota Eri.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Perluas Beasiswa Pemuda Tangguh, Jangkau 24 Ribu Mahasiswa

Menurutnya, penentuan tema rujak uleg itu disesuaikan dengan penempatan lokasi acara. Misalnya, Festival Rujak Uleg itu digelar dengan tema Mengenang Kota Lama, maka bisa digelar di Kota Lama. Akan tetapi jika nantinya ada tema berbeda, maka Festival Rujak Uleg ini bisa digelar di Balai Kota Surabaya.

Ia juga menjelaskan alasannya menggelar Festival Rujak Uleg 2024 di Balai Kota Surabaya. Salah satunya karena kapasitasnya yang lebih luas daripada di Kya-Kya, Jalan Kembang Jepun. Ia mengatakan bahwa jika Festival Rujak Uleg digelar di Kya-Kya, maka akan terasa sempit karena area yang digunakan memanjang. Sedangkan di Balai Kota Surabaya, areanya lebih luas dan melebar.

“Pengunjungnya lebih banyak yang ini daripada di Kya-Kya, di Balai Kota Surabaya ini jumlahnya bisa 8000 lebih kalau full. Kalau di Kya-Kya kan memanjang, terus space-nya kecil, sehingga akan kelihatan penuh, tetapi (jumlahnya) tidak sebanyak di sini,” ujarnya.

Festival Rujak Uleg di HJKS ke-731/Dok.Diskominfo Surabaya
Festival Rujak Uleg di HJKS ke-731/Dok.Diskominfo Surabaya

Selain tema dan lokasi yang berbeda, jumlah porsi yang disuguhkan dalam Festival Rujak Uleg 2024 juga berbeda. Kali ini, Wali Kota Eri menyiapkan sebanyak 731 porsi rujak untuk dibagikan kepada masyarakat Kota Surabaya. Jumlah tersebut disesuaikan dengan angka peringatan HJKS yang kini memasuki usia ke-731.

Pesertanya pun juga berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kalau di tahun sebelumnya terdiri dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot), hotel, dan masyarakat umum di Surabaya. Kini, pesertanya hanya diikuti oleh masyarakat umum, komunitas, hotel, restoran, sekolah, dan universitas.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Raih Penghargaan RTLH Tertinggi, Target Tuntaskan 7.196 Rutilahu pada 2027

Di dalam event ini, masyarakat tak perlu khawatir sampai tidak kebagian rujak, karena 432 peserta Festival Rujak Uleg 2024 yang berpartisipasi dalam lomba Rujak Uleg telah menyiapkan sebanyak 800 porsi rujak yang bisa dinikmati bersama seluruh masyarakat. “Jadi, ada 731 yang dari pemkot, tapi yang dari peserta sekitar 800-an porsi. Berarti ada sekitar 1.500 porsi lebih yang kita bagikan kepada warga,” katanya.

Wali Kota Eri menyampaikan, Festival Rujak Uleg bukan sekadar acara untuk menikmati sajian lokal khas Surabaya. Akan tetapi, digelarnya festival ini juga sebagai wujud untuk memaknai rasa kebersamaan, toleransi, dan kerukunan warganya dalam membangun Kota Surabaya.

Rasa kebersamaan, toleransi, dan kerukunan itu diibaratkan seperti bahan-bahan yang digunakan sebagai racikan rujak uleg. Mulai dari cingur, sayur-sayuran, buah-buahan, tahu, tempe, hingga petis yang dicampur menjadi satu bagian sajian kuliner rujak uleg. “Nah, Surabaya juga begitu,” tegasnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan rujak uleg kepada warga saat Festival Rujak Uleg 2024/Dok. Diskominfo Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan rujak uleg kepada warga saat Festival Rujak Uleg 2024/Dok. Diskominfo Surabaya

Bagi dia, Surabaya ini filosofinya terdiri dari semua agama, semua suku, semua lapisan masyarakat, ini harus menjadi satu. Maka dari itu, Surabaya tidak bisa dilepaskan dari toleransi. Seperti rujak uleg, tanpa ada cingur, maka tidak akan ada rasanya, tanpa ada petis, maka akan terasa hambar. “Begitu juga Surabaya, tanpa ada agama Kristen akan terasa hambar, tanpa agama Islam dan Buddha juga tidak akan terasa, tanpa ada suku Jawa, Tionghoa, dan Madura, juga tidak akan terasa. Maka dari itulah Surabaya dibangun atas dasar kebersamaan dan kekeluargaan seperti rujak uleg ini,” paparnya.

Baca Juga:  Hidupkan Kawasan Wisata, Pemkot Surabaya Buka Ribuan Lapangan Kerja

Dengan adanya rasa kebersamaan dan kekeluargaan antar warga, pemkot berhasil menurunkan angka stunting hingga tersisa 1,6 persen dan ini terendah se-Indonesia. Bahkan, dengan adanya kebersamaan dan kekeluargaan itu pula, pemkot berhasila menurunkan angka kemiskinan hingga menjadi 4,6 persen.

Meskipun angka kemiskinan dan stunting terus menurun drastis setiap tahunnya, ia berharap, masyarakat tidak berpuas diri. Sebab, menurut dia saat ini Kota Surabaya masih belum merdeka dari kemiskinan, stunting, hingga anak putus sekolah. Maka dari itu, di Peringatan HJKS ke-731 ini, ia ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Surabaya menjadi kota yang sejahtera ke depannya.

“Ayo terus dijaga kekuatan kebersamaan ini, karena Surabaya belum merdeka. Masih ada kemiskinan, masih ada stunting, masih ada putus sekolah. Maka kita membutuhkan kekuatan kebersamaan seperti Rujak Uleg, menjadi satu bagian besar, karena kita juga akan membentuk Kampung Madani, kampung yang beradab untuk memberikan kesejahteraan kepada warga di Kota Surabaya,” pungkasnya. (ADV)

Berita Terkait

Kolaborasi Pemkot Surabaya, Kejati Jatim dan BPN Berhasil Selamatkan Aset Senilai Rp1 Triliun
Lomba Kampung Pancasila Surabaya 2026 Dimulai, 1.360 RW Menuju 200 Besar dan 35 Terbaik
Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk Dongkrak Ekonomi dan Kesejahteraan Warga
Program Pisang Danor Jadi Strategi Surabaya Kurangi Sampah dan Tekan Biaya TPA
SGE 2026 Catat Transaksi Rp7,75 Miliar, UMKM Surabaya Bidik Pasar Lebih Luas
Raih Dua Penghargaan Nasional, Surabaya Buktikan Satu Data NIK Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Sukses Tekan Bansos Salah Sasaran, Uji Coba Perlinsos Digital di Surabaya Hampir 100 Persen
Peringatan HAN 2026, Pemerintah Pusat Apresiasi Komitmen Surabaya Penuhi Hak dan Lindungi Anak
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 12:30 WIB

Kolaborasi Pemkot Surabaya, Kejati Jatim dan BPN Berhasil Selamatkan Aset Senilai Rp1 Triliun

Senin, 21 September 2026 - 13:25 WIB

Lomba Kampung Pancasila Surabaya 2026 Dimulai, 1.360 RW Menuju 200 Besar dan 35 Terbaik

Rabu, 9 September 2026 - 19:16 WIB

Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk Dongkrak Ekonomi dan Kesejahteraan Warga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Program Pisang Danor Jadi Strategi Surabaya Kurangi Sampah dan Tekan Biaya TPA

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:44 WIB

SGE 2026 Catat Transaksi Rp7,75 Miliar, UMKM Surabaya Bidik Pasar Lebih Luas

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB