Bu Risma Digadang-gadang Jadi Presiden saat Sowan ke Nyai Makkiyah di Situbondo

Risma saat sowan ke pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, Jatim | Ist
Risma saat sowan ke pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, Jatim | Ist

Bicarasurabaya.com – Pengasuh pondok pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Nyai Makkiyah, berharap Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan yang saat ini menjabat Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, tidak berhenti mengabdi untuk negara setelah masa jabatan Wali Kota Surabaya habis pada Februari mendatang.

Bahkan, Nyai Makkiyah juga berharap Bu Risma bisa menjadi Presiden di pemilu 2024. “Nanti (Bu Risma) ini Calon Presiden,” ujar Nyai Makkiyah saat dikunjungi Tri Rismaharini di kediaman komplek pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jatim, Minggu (15/11/2020).

Baca Juga:  Bu Risma Rutin Normalisasi Saluran, Jangan Buang Sampah Sembarangan Lagi Ya!

Putri KHR As’ad Syamsul Arifin ini mengaku, sebelum nantinya maju sebagai calon Presiden, ia menilai Bu Risma juga cocok menduduki Menteri Pariwisata. “Kalau menteri, cocoknya Menteri Pariwisata,” tegasnya.

Menurutnya, Bu Risma sangat cocok menduduki jabatan-jabatan tersebut karena merakyat. Ia juga mengaku sangat bangga dan puas dengan kepemimpinan Bu Risma di Surabaya. Sebab, sering turun langsung ke bawah dan selalu merakyat. “Saya sangat bangga dan puas melihat kinerja Bu Risma, semoga penerusnya sama,” katanya.

Baca Juga:  Gerak Cepat Bersihkan Sampah Pendemo, Bu Risma Trending di Twitter

Menanggapi hal tersebut, Bu Risma mengaku tidak mau mengandai-andai. Sebab, itu urus Gusti Allah. “Saya tidak mau berandai-andai, yang ada di depan dihadapi dulu,” katanya.

Saat sowan ke Ponpes Salafiyah Syafi’iyah, Bu Risma disambut hangat oleh Nyai Makkiyah. Setelah itu, ia juga menyempatkan ziarah ke makam KHR. As’ad Syamsul Arifin. Di samping pusara tokoh pendiri NU itu, ia tahlilan dan berdoa dengan sangat khusyuk.

Saat hendak memasuki makam dan setelah keluar dari makam KHR As’ad, ia disapa oleh beberapa santri yang ternyata berasal dari Kota Surabaya.

Baca Juga:  Tinjau Progres GBT, Wali Kota Risma Sebut Kebutuhan di Dalam Stadion Sudah Kelar

Ia juga menyempatkan waktu untuk bertegur sapa hingga masuk ke ruang kelas, suasana sangat akrab kala itu. Hingga akhirnya, dia pun pamit meninggalkan ponpes tersebut. (BS01)