Kontribusi Ritel Tetap Tinggi Selama Pandemi

Ilustrasi /pixabay

Bicarasurabaya.com – Kontribusi bisnis ritel bagi pertumbuhan ekonomi tetap tinggi di tengah pandemi Covid-19. Karenanya, pemerintah akan terus mendorong agar bisnis ritel ini tetap tumbuh untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi secara nasional.

“Kontribusi bisnis ritel dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2020 tetap tinggi. Jika melihat sumbangsihnya bagi produk domestik bruto (PDB) pada triwulan III 2020, kontribusi ritel dari sisi perdagangan tercatat sebesar 12,83 persen dan dari sisi konsumsi 57,31 persen,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto dalam siaran pers tertulis, Rabu (11/11/2020).

Mendag menjelaskan, selama lima tahun terakhir, sektor perdagangan selalu berkontribusi lebih dari 10 persen terhadap PDB. Sedangkan konsumsi selalu memberikan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap PDB. Melihat daya tahan ritel di masa pandemi ini, pemerintah berupaya terus mendorong pertumbuhan bisnis ritel agar pertumbuhan ekonomi nasional ikut meningkat.

Baca Juga:  GoWork Fasilitasi Entrepreneur dan Start Up Bertahan di Masa Pandemi

“Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menjaga kinerja sektor ritel tetap tumbuh selama pandemi Covid-19 ini, antara lain dengan usulan pemberian stimulus ekonomi untuk sektor ritel, pembukaan aktivitas perdagangan dengan protokol kesehatan yang ketat, dan dukungan terhadap transformasi
digital,” jelas Mendag Agus.

Menurut Mendag, pemerintah telah memberi insentif untuk bisnis ritel, yaitu insentif pajak. “Dengan insentif pajak, beban pengeluaran pelaku usaha ritel dapat berkurang sehingga pelaku usaha dapat terus beroperasi dan menjaga arus kas perusahaan mereka,” ungkap dia

Baca Juga:  Kemeriahan Tasyakuran Kantor bicarasurabaya.com

Meski begitu, Mendag Agus menekankan pentingnya transformasi digital di sektor ritel. Perubahan pola belanja masyarakat ke belanja daring akibat Covid-19 ini dapat disikapi sebagai momentum yang baik bagi para pengusaha retail untuk melakukan transformasi digital.

“Niaga elektronik yang menjadi salah satu strategi penanganan Covid-19 dapat dimaanfaatkan untuk menjaga kinerja dan mengembangkan bisnis di sektor retail. Dengan niaga elektronik, pelaku retail dapat menjangkau konsumen dalam skala yang lebih luas, bukan hanya untuk penjualan di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri,” kata Mendag Agus.

Baca Juga:  Indonesia - Chile Tandatangani Jaminan Produk Halal

Selain itu, Mendag Agus menyampaikan agar ada kerja sama yang terjalin antara peritel dan kantor Perwakilan Perdagangan Indonesia di luar negeri yaitu atase perdagangan, konsulat dagang, dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang tersebar di seluruh dunia.

“Kami berharap pelaku usaha dapat memanfaatkan perwakilan perdagangan di luar negeri dalam memasarkan produk lokal untuk masuk ke pasar global,” pungkasnya. (BS02)