Polisi Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Bermotif Cemburu di Wonosari Wetan

Tersangka MN (kiri) saat memerankan adegan pembunuhan /Ist
Tersangka MN (kiri) saat memerankan adegan pembunuhan /Ist

Bicarasurabaya.com – Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan bermotif cemburu yang terjadi di Jalan Wonosari Wetan, Kecamatan Semampir, pada Jum’at (16/10/2020) lalu.

Kegiatan rekonstruksi ini digelar di Pospol Jalan Kalimas sejak pukul 11.00 WIB, Kamis (12/11/2020), dengan memerankan 19 adegan.

Dalam rekonstruksi ini pihak kepolisian juga menghadirkan saksi, anak korban dan istri tersangka. MN (55), pelaku pembunuhan memperagakan detail aksi nekatnya saat menghabisi tetangganya, AS (60).

Sesekali MN juga memberitahu anggota Satreskrim untuk membetulkan posisinya dalam rekonstruksi tersebut.

Tidak ada rona penyesalan di wajah MN. Bahkan, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu, MN mengaku lega telah kesampaian menghabisi nyawa AS.

Baca Juga:  Aksi Pencurian Sepeda Gunung di Kawasan Darmo Surabaya Terekam CCTV

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum memimpin kegiatan rekonstruksi ini. Menurut dia, ini digelar untuk melengkapi proses hukum kasus pembunuhan yang dilakukan MN.

“Dengan adanya rekontruksi ini, maka bisa diketahui dengan jelas apakah pengakuan tersangka dan saksi-saksi benar adanya,” kata Kapolres.

Kisah pembunuhan ini berawal ketika tahun 2019, pelaku mendapati korban tengah berada di dalam kamar rumah pelaku. MN melihat saat itu korban berduaan dengan istri pelaku di dalam kamar yang tertutup rapat.

Baca Juga:  Wali Kota Risma dan Komunitas Jogoboyo Protes Keras Demo Libatkan Anak

Sebagai lelaki normal, tentu saja pelaku merasa cemburu. Dia yakin, istrinya dan korban menjalin hubungan perselingkuhan.

Meski sang istri tidak mengaku selingkuh saat ditanya, tapi semakin lama rasa sakit hati pelaku semakin meningkat, hingga menumbuhkan dendam.

Puncak kejengkelannya terjadi pada awal Bulan Oktober 2020, dimana untuk kesekian kalinya dia melihat istrinya dan AS semakin intim.

MN akhirnya nekat menyusun rencana menghabisi AS. Dia pun memesan sebilah celurit dari kampung halamannya di Kabupaten Sampang, Madura.

Baca Juga:  Polisi Bongkar Penyelundupan Sabu 1,2 Kg Dengan Modus Powerbank

Setelah celurit selesai, dia pun menyembunyikannya di rumah sampai kemudian terjadi peristiwa pembunuhan itu.

AS dibunuh ketika sedang berada di depan rumah M. Saat itu M keluar sambil menenteng celurit dan langsung menyabetkannya ke tubuh M, sampai kemudian tewas di tempat.

“Di sini (rekonstruksi) terlihat pelaku sangat kooperatif, meskipun dia mengaku tidak ada penyesalan setelah pembunuhan itu,” terang Kapolres.

Usai melakukan pembunuhan, MN sempat melarikan diri ke kampung halamannya di Sampang, Madura sebelum kemudian diamankan anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak. (BS02)