Pengedar Sabu Jaringan Lapas ‘Keok’ Ditangan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya

Keempat tersangka beserta barangbukti narkoba | Ist

Bicarasurabaya – Jaringan narkoba jenis sabu-sabu, kembali diberantas oleh Unit 3 Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Sebanyak 1,5 Kilogram sabu serta ratusan ribu pil jenis dobel L, gagal teredarkan di Kota Pahlawan serta Pulau Madura.

Dalam penangkapan kali ini, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya berhasil meringkus 4 tersangka yakni KS (29) warga Sidoarjo, MFD (25) warga Kediri, JN (30) warga Sidoarjo dan HZ (28) warga Surabaya. Dua dari tersangka harus menerima timah panas dikarenakan berusaha kabur.

Wakasat Satreskoba Polrestabes Surabaya Kompol Heru Dwi Purnomo mengatakan terungkapannya peredaran narkotika ini berawal dari penangkapan kedua tersangka yakni KS dan MFD pada 29 Oktaber lalu.

Baca Juga:  Usai Terekam CCTV, Sindikat Curanmor Londo Cs Akhirnya Dibekuk Polisi

“Kita melakukan penangkapan dan pengungkapan pada tanggal 29 oktober 2020 pukul 02.00 WIB di wilayah Sidoarjo. Di sana kita mengamankan dua orang tersangka dan barang bukti sabu 500 gram. Kemudian pil dobel L 234 ribu butir,” kata dia saat rilis di Lapangan Tembak Polrestabes Surabaya, Rabu (11/11/2020) sore.

Usai melakukan penangkapan dari kedua tersangka, polisi pun kembali mengamankan dua orang pengedar lainnya dari hasil interogasi tersangka yang sudah tertangkap sebelumnya.

Baca Juga:  Bosan Menganggur Lama, LC Ini Malah Pesta Sabu

“Pada tanggal 7 november 2020, sekira pukul 2 pagi kita berhasil melakukan penangkapan terhadap dua tersangka di wilayah Rungkut Surabaya, dan kita berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1 KG. Ini merupakan jaringan narkotika lapas Pamekasan dan Sampang,” terangnya.

Hingga saat ini, pihaknya menegaskan masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkapkan jaringan atasnya.

Sementara itu, tersangka HZ saat diwawancarai oleh awak media menjelaskan, jika ia mendapatkan upah Rp 4 juta per kilogramnya. “Dapat 4 juta per kilonya dalam satu kali kiriman,” ungkap HZ.

Baca Juga:  Bandit yang Meresahkan Masyarakat Surabaya Akhirnya Ditangkap

Selain barang bukti sabu-sabu dan dobel L, petugas juga mengamankan 2 buah HP dan 1 alat pres untuk operasional keempat tersangka.

Dalam kasus ini, empat tersangka dikenakan pasal 114 juncto 132 subsider pasal 112 juncto 132 UU nomor 35 tahun 2019 tentang Narkotika, dengan hukuman kurungan maksimal 20 Tahun dan denda Rp. 5 Miliar. (BS02)