Kasus Aktif Covid-19 di Jatim Terendah Kedua se-Indonesia

Seorang warga mengikuti pemeriksaan swab di Puskesmas Pembantu Putat Jaya | Dok. Bicara Surabaya
Seorang warga mengikuti pemeriksaan swab di Puskesmas Pembantu Putat Jaya | Dok. Bicara Surabaya

Bicarasurabaya.com – Kasus aktif Covid-19 di Jawa Timur saat ini terendah kedua se-Indonesia setelah Provinsi Gorontalo. Per hari Minggu (8/11), persentase kasus aktif Covid-19 di Jatim adalah 3,95 persen.

Kasus aktif Covid-19 ini diyakini Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa akan terus menurun dengan berbagai upaya yang dilakukan. Tentunya upaya yang dilakukan itu harus terus aktif didukung masyarakat dalam menegakkan disiplin protokol kesehatan.

Saat ini tingkat kesembuhan kasus Covid-19 (case recovery rate) Jatim terus naik di angka 88,91 persen, dengan kumulatif kasus sembuh sebanyak 48.570 kasus. Sementara angka persentase kesembuhan berada jauh di atas recovery rate nasional yaitu 84,14 persen.

Baca Juga:  Labkesda Makin Maksimal, Surabaya Sudah Tes Swab 215.869 Spesimen

“Suksesnya proses menangani bencana, termasuk pandemi ini adalah bencana non alam, adalah dengan pendekatan pentahelix. Bagaimana kampus, media, masyarakat, privat sector dan juga pemerintah melakukan kerjasama agar semua nyekrup dalam satu langkah penanggulangan bencana,” kata Gubernur Khofifah, dalam siaran pers tertulis, Senin (9/11/2020).

Meski begitu, Mantan Menteri Sosial RI ini kembali mengingatkan masyarakat agar terus disiplin menegakkan protokol kesehatan. Dengan begitu, secara bertahap kasus aktif Covid-19 akan terus menurun dan pandemi di Jatim segera berakhir.

Baca Juga:  Khofifah Posting Jatim Jadi Percontohan Tangani Covid-19, Netizen Kok Berterimakasih ke Bu Risma?

“Berdasarkan update dari Satgas Covid-19 pusat, Jawa Timur telah bebas dari zona merah sejak enam minggu lalu, dan kini 25 kabupaten kota sudah masuk zona oranye, dan 15 kabupaten kota lain sudah zona kuning. Bismillah kita terus melakukan upaya agar Jawa Timur bisa bergerak menjadi zona hijau yang bebas dari risiko penyebaran covid-19,” tegas Khofifah. (BS02)