Seribu Perwakilan Elemen Masyarakat Gelar Deklarasi Jogo Suroboyo Damai

Deklarasi Jogo Suroboyo Damai di Lobby Lantai 2 Balai Kota Surabaya /Ist
Deklarasi Jogo Suroboyo Damai di Lobby Lantai 2 Balai Kota Surabaya /Ist

Bicarasurabaya.com – Seribu perwakilan dari berbagai elemen masyarakat di Kota Pahlawan menggelar Deklarasi Jogo Suroboyo Damai, Selasa (20/20/2020) pagi.

Kegiatan yang berlangsung di Lobby Lantai 2 Balai Kota Surabaya ini dihadiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya, Kapolda Jatim, Irjen Pol M Fadil Imran dan diikuti pula dari berbagai elemen masyarakat melalui video teleconference (vidcon)

Dalam sambutannya, Risma mengatakan, untuk tetap menjaga kota ini agar tetap aman dan nyaman, dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ketika terdapat aksi demonstrasi yang berangkat dari berbagai kota, maka sebagai warga Surabaya harus ikut mengamankan.

“Mari bapak ibu kita jaga kota kita bersama-sama. Minimal bapak ibu sekalian menjaga kampungnya masing-masing,” kata dia.

Baca Juga:  Mensos Puji Penanganan Bansos di Kota Surabaya

Apalagi, kata Risma, anggaran yang digunakan untuk membangun kota ini adalah uang yang berasal dari pajak yang dibayarkan masyarakat. Makanya, ketika kota ini dirusak fasilitasnya otomatis biaya perbaikan juga dari dari pajak.

Oleh karena itu, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini meminta kepada masyarakat agar turut serta menjaga semua fasilitas publik yang ada. Hal ini berkaca pada pengalaman aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi pada Kamis (08/20/2020) lalu.

“Bayangkan, saat kemarin itu beberapa unit kamera CCTV rusak, bola-bola (pedestrian) dan fasilitas publik lainnya juga rusak termasuk tempat sampah. Maka dari kerusakan itu, uang panjenengan (anda) yang akan kita pakai. Kerusakan itu pula yang menyebabkan kesulitan,” pesan dia.

Baca Juga:  Emak-emak di Surabaya Minta Penghujat Risma Sadar dan Minta Maaf

Selain itu, Risma juga meminta para orang tua untuk menjaga anak-anaknya dari pengaruh yang tidak benar. Sebab, saat aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu, ia mendapati informasi banyak anak dibawah umur terlibat aksi demo anarkis yang kemudian diamankan kepolisian.

“Kalau ada anak bermasalah dengan hukum lalu bagaimana? Ada juga yang menceritakan bahwa mereka (anak-anak) diberikan minuman keras. Tega sekali itu,” ungkap dia.

Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Fadil Imran berterima kasih kepada Wali Kota Surabaya yang tak henti-hentinya menjaga keamanan kota ini. Bagi dia, Surabaya adalah kota yang strategis untuk Jatim. Selain itu kota pahlawan ini juga dikenal sebagai episentrum roda ekonomi.

Baca Juga:  Sebelum Pencoblosan, Seluruh Petugas KPPS Surabaya Bakal Dites Swab

“Saya bangga jadi warga yang dipimpin oleh Ibu Risma. Monggo bapak ibu mari kita jaga kampung ini,” kata Irjen Pol Fadil.

Bahkan Kapolda menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas peran serta masyarakat dengan tulus ikhlas menjaga Surabaya tetap damai. Namun, jika nantinya ada kelompok orang yang sengaja ingin membuat rusuh Surabaya, pihaknya tak segan untuk menindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

“Pesan saya silahkan bapak ibu menjaga kampungnya masing-masing. Hal ini tidak bisa kita biarkan jika ada kelompok yang niatnya datang untuk berbuat anarkis. Saya selaku Kapolda Jatim akan melakukan tindakan tegas,” tegasnya. (BS02)