Belum Genap Satu Bulan, Polres Tanjung Perak Amankan 9 Pelaku Begal Motor

Para pelaku begal motor saat diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak /Ist
Para pelaku begal motor saat diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak /Ist

BicaraSurabaya.com – Sejak awal bulan Oktober 2020, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil mengamankan 9 pelaku terkait aksi kejahatan begal motor.

“Ada beberapa tersangka yang kami amankan. Beberapa di antaranya terkait dengan kejahatan, satu pelaku berinisial EM,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum saat menggelar jumpa pers di Mapolres, Jum’at (16/10/2020).

Adapun salah satu pelaku begal motor yang berinisial EM (32) itu merupakan warga Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Madura. EM diamankan dalam operasi rutin yang dilakukan personil Polres Pelabuhan Tanjung Perak, karena kedapatan membawa senjata tajam.

Baca Juga:  Polisi Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Bermotif Cemburu di Wonosari Wetan

Ketika dilakukan penyelidikan, akhirnya terungkap bahwa EM sudah beberapa kali beraksi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Hal ini dibuktikan dengan hasil penyelidikan anggota Reskrim yang menyatakan ada 8 laporan aksi begal motor yang terkait dengan EM.

Dalam konferensi pers itu, polisi juga menghadirkan sejumlah kendaraan hasil kejahatan EM dan para pelaku yang terkait. “Jadi, setelah penangkapan EM dilakukan pengembangan hingga beberapa orang yang terkait dapat diketahui dan ikut diamankan,” ujar Kapolres.

Baca Juga:  Polres Tanjung Perak 'Getol' Razia Masker, Petugas Dapati 7 Orang Pelanggar

Aksi terakhir EM ini membegal motor milik driver ojek online (ojol). Dia menjalankan aksinya itu setelah berangkat dari Madura diantar saudaranya.

Sesampainya di Surabaya, EM kemudian memesan ojek online melalui aplikasi. Setelah bertemu dengan driver ojol, dia merubah tujuan dan meminta agar diantar ke daerah Jalan Margomulyo.

Setelah melalui tawar menawar harga, akhirnya driver mengantar EM ke tempat tujuannya. Tapi, di tengah jalan EM minta turun dan langsung mengancam korbannya agar menyerahkan kendaraan bermotornya.

Baca Juga:  Polisi Gagalkan Perdagangan Satwa Langka, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara

“Pelaku mengancam menggunakan senjata tajam. Dan akhirnya korban menyerahkan kendaraan bermotornya karena takut disakiti,” jelasnya. (BS02)