Miris! Kuli Panggul di Surabaya Nekat Mencuri Beras untuk Kebutuhan Hidup

Tersangka MA bersama barang bukti saat diamankan di Mapolsek Lakarsantri Surabaya /Ist

BicaraSurabaya.com – Seorang pria di Surabaya diamankan oleh petugas polisi lantaran melakukan kejahatan. Tersangka ini diamankan karena mencuri berkarung-karung beras di sebuah toko kawasan Sambikerep Surabaya.

Tersangka yang berinisal MA (20) ini merupakan warga Benowo Surabaya. Dia ditangkap petugas polisi pada Jumat (4/09/2020) lalu usai mencuri 5 karung beras berisi 5 kilogram.

Kapolsek Lakarsantri Surabaya, AKP Hendrix Kusuma Wardhana mengatakan, terungkapnya kasus pencurian ini setelah pihaknya mendapatkan laporan dari korban atau pemilik toko di kawasan Sambikerep.

Baca Juga:  Geger! Tim Penjinak Bom Evakuasi Tas Misterius di Kantor Kelurahan

“Awalnya korban mengaku sering kehilangan beras di toko miliknya. Kemudian korban memasang kamera CCTV untuk mencari tahu siapa yang sering mengambil beras di tempatnya,” kata AKP Hendrix kepada wartawan, Selasa (13/10/2020).

Dia menjelaskan, dari hasil rekaman kamera CCTV, petugas akhirnya dapat mengungkap siapa pelaku pencurian itu. Terdapat dua pelaku yang selalu melakukan pencurian beras dengan menggunakan sepeda motor.

“Pelakunya dua orang, satunya masih DPO (Daftar Pencarian Orang),” ungkap Hendrix.

Baca Juga:  Komplotan Pelaku Pencuri Sepeda Angin di Surabaya Akhirnya Digulung Polisi

Hendrix menyebut, tersangka ini memilih mencuri beras dibanding uang atau barang berharga lain karena lebih mudah dan gampang. “Pengakuanya dijual kembali,” ujar Hendrix.

Sementara itu, MA mengaku jika melakukan perbuatan mencuri beras lantaran selama masa pandemi, bapak satu anak ini tidak memiliki pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Biasanya MA bekerja sebagai kuli panggul.

“Karena kebutuhan (mencuri beras, red) ada yang dipakai sendiri. Uangnya untuk keluarga, satu sak seharga Rp 50 ribu,” kata MA.

Baca Juga:  Ratusan Polisi di Surabaya Dites Urine Mendadak

Dari hasil kejahatan yang dilakukan tersangka, polisi menyita barang bukti (BB) berupa 5 kantong plastik beras berisi 5 kilogram dan satu buah motor yang digunakan mencuri. Kini MA terancam terjerat pasal 363 tentang tindak pidana dengan pemberatan dengan acaman hukuman 7 tahun penjara. (BS02)