Tim Siber Bareskrim Polri Tangkap Penyebar Hoax Omnibus Law

Jumpa pers terkait penangkapan tersangka penyebar hoax omnibus law | Ist

BicaraSurabaya.com – Tim Siber Bareskrim Polri menangkap perempuan berinisial VE di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (8/10/2020). VE langsung ditetapkan sebagai tersangka terkait penyebaran berita bohong atau hoax mengenai Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penangkapan VE berdasarkan informasi hoax yang beredar di masyarakat. Dari informasi itu, tim Cyber Crime Mabes Polri akhirnya melakukan pelacakan dan penyelidikan.

Baca Juga:  Antisipasi Demo Buruh, Polrestabes Surabaya Gelar Rakor

“Sampai akhirnya menemukan, oh ternyata hoax ini ada yang ng-upload. Jadi setelah kita cek adalah (VE, red) berada di Sulawesi Selatan, di daerah Makassar, lokasinya,” kata Irjen Pol. Argo Yuwono dalam keterangan tertulis di Mabes Polri Jakarta, Jumat (9/10/20).

Ia menjelaskan, tim menangkap VE di Makassar pada Kamis, (8/10/20) kemarin. VE diketahui melakukan penyebaran informasi menyesatkan melalui akun twitter pribadinya.

“Dan kita menemukan adanya seorang perempuan yang melakukan, diduga melakukan penyebaran yang tidak benar, itu ada di Twitter-nya @videlyae,” ungkap mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

Baca Juga:  Nama-nama ASN Disebut Jadi Timses Eri-Armuji, Pemkot Tegaskan Itu Hoax

Diketahui, VE merupakan seorang perempuan warga Kota Makassar berumur 36 tahun. Setelah dilakukan penangkapan, VE kemudian dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan, memang benar yang bersangkutan melakukan postingan, menyiarkan berita bohong di akun twitternya yang menyebabkan ada keonaran,” kata Irjen Pol. Argo Yuwono.

Perempuan inisial VE ini dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. VE pun terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara. (BS02)