Beri Pesan ke Warga, Risma Beradu Akting Main Ludruk Bareng Cak Kartolo

Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya (tengah) saat beradu akting bersama pelawak Kirun (kiri) dan Cak Kartolo (kanan) dalam pertunjukkan ludruk virtual di Gedung Balai Budaya Surabaya /Ist

BicaraSurabaya.com – Pertunjukkan Parade Seni Budaya Surabaya yang berlangsung secara virtual di Gedung Balai Budaya pada Sabtu (17/10/2020) malam, tampak tak seperti biasa. Sebab, ada tamu istimewa yang hadir dalam pertunjukkan malam itu, yakni Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Wali kota yang akrab disapa Risma ini hadir sebagai bintang tamu utama. Ia membawakan peran sebagai sosok Ibu RW dalam cerita ludruk berjudul “Ger-Ger An Yes, Gegeran No”. Sementara itu, Cak Kartolo, Kirun, Ning Tini (istri Cak Kartolo) beserta seniman lain tampil sebagai warganya.

Meski tanpa persiapan yang matang, Risma tampak begitu lihai membawakan perannya sebagai sosok Ibu RW. Bahkan, banyolan-banyolan khas ala Suroboyoan tak lupa disematkannya saat tampil di awal sesi pertunjukkan bersama Cak Kartolo.

“Aku lali mau rek dikongkon ngomong opo yo. Lali aku rek. (Saya lupa tadi disuruh ngomong apa ya. Lupa saya),” kata Risma saat di atas panggung sembari mengingat-ingat kembali naskah ceritanya dengan tertawa.

Suasana pun tampak semakin heboh ketika sosok pelawak Kirun turut naik ke atas panggung. Cak Kartolo dan Kirun tak canggung pula saat tampil dalam satu panggung bersama Risma. Bahkan, kedua seniman ini pun sukses membuat Risma beberapa kali tertawa.

Di sela-sela pertunjukkan itu, Risma juga nampak menyelipkan pesan-pesan khusus kepada masyarakat. Salah satunya adalah mengingatkan masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Kudu gawe masker, kudu jaga jarak, kudu rajin cuci tangan yo (Harus Pakai Masker, Harus Jaga Jarak, Harus Rajin Cuci tangan ya),” pesan Risma.

Saat ditemui usai pertunjukkan, Presiden UCLG Aspac ini mengaku sempat lupa dengan naskah cerita ludruk. Bahkan, ia sedikit kesulitan ketika harus menghafalkan naskah ludruk yang terbilang panjang itu.

“Lha wong duwowone naskahe dikongkon ngapalno, lali aku. (Lha naskahnya panjang disuruh hafalkan, lupa saya). Kadang ngomong ae tadi lali aku. (Kadang ngomong saja tadi lupa saya),” ujar dia sembari tertawa di saat mengingat-ingat kembali ketika berada di atas panggung.

Meski begitu, penampilan Risma ketika beradu akting bersama Cak Kartolo dan Kirun dalam pertunjukkan ludruk itu bisa dibilang sukses. Walaupun tanpa persiapan matang, Risma mampu mengikuti jalannya alur cerita serta mengimbangi guyonan-guyonan khas Suroboyoan.

Pertunjukkan ludruk virtual di Gedung Balai Budaya Surabaya /Ist
Pertunjukkan ludruk virtual di Gedung Balai Budaya Surabaya /Ist

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan, bahwa wali kota tampil dalam pertunjukkan ludruk kali ini memang tanpa persiapan khusus. Sebelum tampil, pihaknya hanya memberikan konsep naskah alur cerita.

“Ibu Wali Kota tampil memang tidak ada persiapan khusus, kita hanya menyampaikan (naskah cerita). Tetapi saya matur ke beliaunya, ibu nanti monggoh (silahkan) visualisasi saja. Dan ibu wali ternyata memang juga aktris, jadi langsung bisa matching,” kata Antiek saat ditemui usai acara.

Menurut Antiek, ada esensi tersendiri yang disampaikan wali kota dalam cerita ludruk itu. Ketika berperan sebagai Ibu RW, wali kota mengajak warganya agar turut serta disiplin menjalankan protokol kesehatan. Selain itu pula, dia juga mengajak warga agar peduli terhadap sesama dan saling menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

“Intinya untuk membangun Surabaya itu kita harus tetap menggunakan protokol kesehatan, peduli terhadap lingkungan dan masyarakat untuk tidak berselisih paham atau bertengkar. Bagaimana membangun Surabaya secara guyub, rukun, supaya bisa menjadi Surabaya lebih baik,” terang Antiek.

Antiek menambahkan, bahwa pagelaran Parade Seni Budaya Surabaya yang digelar secara virtual hingga 10 Desember 2020 nanti, bakal menyuguhkan pertunjukkan yang semakin menarik. Tentunya ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi seniman dan budayawan di Kota Pahlawan agar tetap dapat berkarya meski di tengah pandemi Covid-19.

“Setelah ini masih ada lagi yang lebih-lebih menarik, ada jazz tepi pantai, ada segala macam dan rugi kalau tidak disaksikan. Dan nanti masih ada lagi beberapa event yang akan kami undang Ibu Risma sebagai bintang tamu,” pungkasnya. (BS02)

SHARE: