Usai Main Ludruk, Risma Langsung Pimpin Rapid Tes Mendadak di Taman Bungkul

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat memimpin rapid test dan swab massal mendadak di Taman Bungkul /Foto: Bicara Surabaya
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat memimpin rapid tes massal mendadak di Taman Bungkul /Foto: Bicara Surabaya

Bicarasurabaya.com – Seusai tampil atau main ludruk di acara Parade Seni Budaya Surabaya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung menggelar rapid tes massal mendadak di Taman Bungkul, Sabtu (17/10/2020) malam.

Sontak para pengunjung taman kebanggaan arek-arek Suroboyo itu kaget, karena semua jalan diblokade oleh petugas.

Tiba di Taman Bungkul, Wali Kota Risma langsung meminta petugas Linmas dan Satpol PP untuk memblokade setiap sisi jalan masuk dan jalan keluar Taman Bungkul.

Akhirnya, para pengunjung tidak bisa keluar atau kabur dari area taman yang berada di Jalan Darmo itu. Mereka pun kebingungan ada apakah gerangan kok jalan-jalan ditutup.

Dengan pengeras suara, Wali Kota Risma langsung menyampaikan bahwa mereka akan dilakukan rapid tes. Para tim medis yang bertugas melakukan rapid tes dan tes swab pun tak lama kemudian datang. Bahkan, tak perlu nunggu lama kursi untuk tempat duduk para pengunjung itu datang. Sambil ditata jaraknya, mereka diminta untuk duduk di kursi tersebut sembari menunggu giliran untuk rapid tes.

Kepada anak-anak muda yang nongkrong di Taman Bungkul itu, Wali Kota Risma menyampaikan bahwa dia tidak marah jika anak-anak itu kumpul-kumpul. Namun, meskipun ngumpul itu harus jaga jarak untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Ngerti ya nak, sudahlah selesai dulu. Nak, sudah banyak yang sakit, jangan ditambah lagi. Serba gak enak nanti kalau sakit, nanti lama juga tidak boleh keluar,” katanya kepada anak muda yang nongkrong di Bungkul itu.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menjelaskan, bahwa malam Minggu ini seperti malam Minggu sebelumnya pemkot menggelar patroli protokol kesehatan. Bahkan, di masing-masing kecamatan juga digelar operasi serupa untuk menjamin semua warga sudah mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

“Sedangkan untuk yang di Taman Bungkul saat ini langsung dipimpin oleh Ibu Wali Kota. Ternyata, memang masih banyak yang melanggar karena tidak jaga jarak,” katanya.

Akhirnya, dengan operasi mendadak ini bisa mendapatkan sekitar 300 warga yang pada saat itu pula dilakukan rapid tes. Bagi warga yang diketahui rapid tesnya reaktif, maka akan langsung dites swab.

“Nah, jika ada yang reaktif atau positif Covid-19, dia akan langsung diisolasi di Hotel Asrama Haji untuk warga Surabaya. Sedangkan bagi warga luar Surabaya yang reaktif, kami akan berkoordinasi denga rumah sakit lapangan untuk isolasi di sana,” imbuhnya. (BS01)

SHARE: