Polisi Gagalkan Perdagangan Satwa Langka, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara

Sejumlah satwa langka dan dilindungi UU saat diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak /Ist
Sejumlah satwa langka dan dilindungi UU saat diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak /Ist

BicaraSurabaya.com – Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil menggagalkan perdagangan sejumlah satwa langka jenis burung yang dilindungi Undang-undang (UU). Satu orang berinisial TH (42), warga Jalan Kalimas Timur Surabaya diamankan dalam kasus tersebut.

Hal ini diungkapkan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum, saat menggelar konferensi pers di Mapolres Tanjung Perak, Jumat (16/10/2020).

“Tersangka kami jerat dengan pasal 40 ayat 2 jo pasal 21 ayat 2 undang-undang RI nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta,” kata AKBP Ganis.

Kasus ini berawal dari informasi yang didapat anggotanya terkait adanya burung langka dan dilindungi yang diamankan oleh pihak karantina pelabuhan. Sejumlah burung itu diketahui berasal dari Sulawesi Selatan.

Adapun burung yang berhasil diamankan, yakni, 4 ekor kaka tua jambul putih, 2 ekor burung bayan hijau, 2 ekor burung bayan merah, 6 ekor anakan burung tuwu, 7 ekor burung tuwu dewasa, 14 ekor burung kepodang, 66 ekor burung jalak rio, 1 ekor burung tledekan, 14 ekor burung nuri hijau, 13 ekor burung nuri merah dan 2 ekor burung jagal Papua.

Saat diperiksa alamat penerima, burung-burung yang tidak dilengkapi dokumen ini diketahui milik seorang berinisial TH. Selanjutnya anggota Polisi bersama karantina pelabuhan Tanjung Perak dan BKSDA mendatangi kediaman TH.

Kapolres menyebut, dari rumah pelaku TH, Polisi kembali mengamankan sejumlah satwa langka lain. Yakni, 3 ekor kakak tua jambul kuning dan 1 ekor bayan hijau yang saat itu akan dikirim ke calon pembeli.

“Kami masih terus melakukan penyelidikan. Dari keterangan pelaku, dia sudah beberapa kali melakukan perdagangan satwa langka tersebut. Ini yang kami selidiki kemungkinan yang bersangkutan terkait jaringan internasional,” kata Kapolres.

Untuk pemeliharaan selama proses hukum berlangsung, burung-burung langka dan dilindungi tersebut diserahkan ke BKSDA Provinsi Jatim. (BS02)

SHARE: