UKWMS Siapkan Konsep Wisuda 3 In 1

Suasana Konferensi Pers Wisuda UKWMS, Jumat (17/10/2020) /Ist

BicaraSurabaya.com – Menjalani segala aktifitas harian dengan standar normal baru, tentu bukan hal mudah. Terlebih menghelat sesuatu acara yang melibatkan banyak orang. Maka harus ada sejumlah persiapan yang perlu menjadi perhatian, salah satunya adalah penerapan protokol kesehatan.

Hal ini pula yang menjadi perhatian Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) untuk menggelar upacara wisuda. Meski sempat tertunda, UKWMS pun menetapkan hari Sabtu, 17 Oktober 2020 sebagai hari pengukuhan para wisudawan.

Upacara wisuda UKWMS kali ini digelar dengan tiga konsep. Yakni, luring drive thru, daring dan luring dalam ruangan yang dilaksanakan dalam satu hari. Sedangkan jumlah lulusan kali ini sebanyak 1.518 orang.

“Penyelenggaraan wisuda secara 3 in 1 ini merupakan pengalaman pertama bagi kami, dan tentu menerapkan protokol kesehatan dan seluruh pihak yang terlibat akan menggunakan alat pelindung diri,” kata Rektor UKWMS, Kuncoro Foe, Jum’at (16/10/2020).

Wisuda kali ini menandai lulusan pertama dari Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD). Untuk memperkenalkan para wisudawan berprestasi Akademik Terbaik dan Aktif Berprestasi, hari ini diadakan Konferensi Pers Wisuda di Ruang Rapat Rektorat UKWMS.

Sambutan pertama dari wakil wisudawan disampaikan oleh Cornelia Clarissa Mardjono. Wisudawan semester genap dari Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis ini menjadi salah satu wisudawan dengan prestasi Akademik Terbaik dan Aktif Berprestasi.

“Kepada seluruh wisudawan, selamat atas prestasi yang sudah diraih hari ini. Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, tapi sebagai generasi muda kita harus menjadi pribadi yang mampu beradaptasi, oleh karena itu mari kita menjadi pribadi yang lebih peka, lebih berempati, dan memiliki solidaritas sosial kepada masyarakat,” kata Sasha sapaan akrabnya.

Selain Sasha, adapula Stephanie Geraldine Santoso dari Program Internasional Business Management (IBM) Fakultas Bisnis UKWMS.

Stephanie yang sempat menjalani perkuliahan di SolBridge International School of Business, Daejeon, Korea Selatan dan University of Seville Spanyol, ini mengaku banyak mendapat pengalaman berharga.

“Sempat mengalami masa-masa yang berat, saya juga belajar untuk bisa move on. Saya belajar untuk mengatasinya dan mengambil keputusan baru seperti ikut pertukaran pelajar ke Korea Selatan dan Spanyol. Termasuk belajar untuk tidak takut gagal,” ungkap Stephanie

Menurut Stephanie, sebuah tantangan itu harus diambil. Sebab, jika tidak diambil, maka hal itu tidak akan terulang lagi.

“Maka ketika saya sudah siap lulus, tapi ada penawaran pertukaran pelajar dari University of Seville, saya relakan waktu lulus saya yang tadinya bisa 3,5 tahun untuk tetap berangkat. Jadi, kalau Tuhan menutup satu pintu, jangan menangis. Tapi carilah pintu-pintu lain yang terbuka yang akan membawa kalian menuju jalan kesuksesan,” pesannya. (BS02)

SHARE: