Wajah Pengambil CCTV Saat Demo Omnibus Law Viral, Pak Polisi Monggo!

Pelaku pengambilan CCTV saat demo/ist

Bicarasurabaya.com- Wajah pelaku perusakan dan pengambilan CCTV saat demo Omnibus Law di Surabaya viral. Tentunya, ini akan sangat membantu pihak kepolisian dalam mengidentifikasi berbagai kerusakan fasilitas umum berikut para pelakunya.

Wajah sang pengambil aset negara itu terpampang jelas dalam video singkat yang diunggah akun Instagram @bicarasurabaya. Dalam video itu, terlihat jelas gerak-gerik sang pelaku mulai hendak mengambil hingga mencopot CCTV itu.

Akun Instagram media ini nampaknya sangat lihai membuat video. Sebab, dalam video itu disertakan background musik yang sangat hits saat ini, yaitu “Tarik sess” dan “Semongko”. Kemudian ditampilkan visualisasi detik-detik pengambilan CCTV hingga terpampang jelas sang pelaku. Video itu ditutup dengan jogetan Pak Polisi yang seakan senang karena sudah bisa mengidentifikasi sang pelaku.

Video pendek itu memunculkan berbagai komentar. Akun @reszafebri mengatakan “Iki babang ganteng pasti deg deg serr. Wani berbuat wani bertanggungjawab” tulisnya.

Selain di akun Instagram media ini, di akun Instagram @aslisuroboyo juga ramai. Dalam video tersebut tertulis kalimat ‘yang lain sibuk aksi, doi sibuk ngerusakin cctv’.

Video tersebut diunggah 1 hari lalu. Hingga saat ini, unggahan tersebut sudah 387. 478 kali tayang dan mendapat 1.893 komentar. Akun @greatsantos berkomentar “tangkep ae lurr, demo kog ngerusak fasilitas umum”. Komentarnya pun beragam dan saling lempar komentar.

Sebelumnya, Polrestabes Surabaya melakukan identifikasi terhadap pelaku perusakan CCTV saat aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Kamis (8/10/2020). Dalam peristiwa itu, beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan dan salah satunya adalah CCTV.

“Kita temukan (ada CCTV dirusak, red). CCTV di depan Gedung Negara Grahadi dekatnya pintu satu, pintu utama,” kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran saat dikonfirmasi, Sabtu (10/10/2020).

Saat ini pihaknya mengaku sedang melakukan identifikasi terhadap pelaku perusakan itu. “Ini masih kita data semuanya, kita minta record (rekaman, red),” sebut dia.

Meski begitu, AKBP Sudamiran menyatakan, saat peristiwa perusakan CCTV itu terjadi pihaknya telah mengetahui. Bahkan Polrestabes Surabaya memiliki dokumentasi saat peristiwa perusakan itu.

“Intinya apa kerusakan itu kita identifikasi. Kita kan dokumentasinya ada semua,” ungkapnya. (BS01)

SHARE: