Nama-nama ASN Disebut Jadi Timses Eri-Armuji, Pemkot Tegaskan Itu Hoax

Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara
Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara | Ist

BicaraSurabaya.com – Nama-nama Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya disebut jadi tim sukses (timses) pasangan calon (paslon) Eri Cahyadi – Armuji dalam Pilkada Surabaya 2020. Informasi itupun beredar di grub-grub pada aplikasi percakapan whatsapp.

Menanggapi hal itu, Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menegaskan, bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoax. Menurut dia, informasi yang beredar itu diduga sengaja dibuat oleh orang tak bertanggung jawab.

“Intinya nama-nama ASN pemkot yang disebut menjadi tim sukses salah satu paslon dalam Pilkada Surabaya yang beredar di whatsapp itu hoax atau tidak benar,” kata Febri, Minggu (11/10/2020).

Febri menyebut, karena sejatinya ASN itu harus netral dan tidak boleh terlibat dalam politik praktis dalam kontestasi Pilkada. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil, serta Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Pengaturan tentang netralitas ASN sangat jelas dan tegas serta rinci. Setiap ASN dilarang memberi dukungan atau melakukan kegiatan yang mengarah pada politik praktis pada kontestasi Pilkada, Pileg, maupun Pilpres,” kata dia.

Apalagi, kata Febri, ASN dituntut untuk tetap profesional dan tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun serta tidak memihak kepada kepentingan siapapun. “Jadi intinya ASN harus netral dan fokus pada pelayanan publik kepada masyarakat,” tegas dia.

Bagi ASN yang melakukan pelanggaran kode etik dan kode perilaku, maka dia dapat dikenakan sanksi disiplin. Sanksi tersebut mulai kategori ringan, sedang, sampai berat.

“ASN juga wajib menghindari konflik kepentingan pribadi, kelompok ataupun golongan dan dilarang melakukan perbuatan yang mengarah pada keberpihakan salah satu paslon atau perbuatan yang mengindikasikan terlibat dalam politik praktis atau berafiliasi dengan partai politik,” terang Febri.

Untuk itu, pihaknya berpesan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya informasi yang belum tentu kebenarannya atau hoax. Sebab, selama ini Pemkot Surabaya fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menjaga iklim kondusif.

“Saya harap masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di whatsapp tersebut. Apalagi kalau sumbernya tidak jelas,” tutupnya. (BS02)

SHARE: